Ibnu Mubarak Allaitsi

Berilmu Shahih Untuk Beramal Shalih

Paket Umroh & Haji Plus 2012 Syarikah Riyadhul Jannah


Berkunjung ke Baitullah di kota Mekkah Al-Mukarromah serta berziarah ke masjid Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam di Kota Madinah an-Nabawiyyah adalah idaman setiap hati Muslim di seluruh dunia. Hal tersebut disebabkan karena di Mekkah dan Madinah terdapat tempat-tempat yang bersejarah dan tempat-tempat yang mustajabah untuk memanjatkan doa kepada Allah Ta’ala.

Ibadah Haji maupun Umrah merupakan kewajiban manusia kepada Allah Ta’ala, dan untuk melaksanakan Ibadah ini membutuhkan perjalanan yang cukup jauh dan memerlukan persiapan dan perencanaan yang matang.

Perencanaan tersebut meliputi persiapan dari segi fisik, materi serta ilmu pengetahuan keagamaan yang berkaitan dengan ibadah yang akan kita laksanakan baik itu Ibadah haji maupun Umroh.

Berawal dari keinginan yang tulus dan keikhlasan serta senantiasa mengharap Ridha Allah Ta’ala, kami mencoba memberikan solusi dalam bentuk Program Perjalanan Ibadah Haji maupun Umroh yang dikemas secara apik dan tertata rapi serta terorganisasi secara baik sesuai dengan tuntunan manasik yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Kesemuanya itu dikelola untuk memberikan pelayanan yang terbaik demi kenyamanan, kepuasan, dan kekhusyu’an para Tamu-tamu Allah dalam melaksanakan ibadah. Untuk menunjang tujuan tersebut, Program Ibadah Haji maupun Umroh kami kelola secara professional oleh para staff dan ahli pada bidangnya masing-masing dari mulai prosesi Pendaftaran, Bimbingan Manasik (di Tanah Air/selama di Tanah Suci), Catering, Akomodasi beserta fasilitasnya hingga jamaah kembali ke Tanah Air.

Besar Harapan kami, Program yang kami sajikan dapat memberikan warna yang berbeda dalam menjamu para Tamu Allah serta meninggalkan kesan yang mendalam di hati para pengguna jasa dari paket Program yang kami berikan.

untuk lebih jelas program yg kami tawarkan silahkan liat brosur di bawah ini:

                                                        

           

6 Mei 2012 Posted by | umum | Tinggalkan sebuah Komentar

RINGKASAN CARA PENGURUSAN JENAZAH


·         Orang  yang berhak memandikan jenazah adalah orang  yang diberi wasiat untuk memandikannya, atauorang yang lebih mengetahui cara penyelenggaraan (jenazah) sesuai dengan sunnah Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam, terlebih jika orang tersebut termasuk dari kerabat keluarga si mayit.
·         Laki-laki dimandikan oleh laki-laki, dan wanita dimandikan oleh wanita. (Terkecuali bagi suami-istri, boleh saling memandikan, karena ada dalil dari sunnah yang memperkuat amalan ini). Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada istinya Aisyah Radhiallahu ‘anha:
مَا ضَرَّكِ لَوْ مِتِّ قَبْلِي فَغَسَّلْتُكِ ……..
   “ Tentu tidak ada yang membuatmu gundah, sebab jika kamu wafat sebelumku, akulah yang memandikan jenazahmu .” ( Hadits shahih riwayat imam ahmad)
·         Orang muslim tidak boleh memandikan orang kafir, dan tidak pula mempersiapkan apapun dalam pengurusan jenazahnya. Ia hanya boleh menguburnya jika tidak ada seorang kafirpun yang menguburnya.
·         Tetapi seorang wanita tidak boleh memandikan lelaki, meski ia mahramnya sendiri. Dan seorang lelaki tidak boleh memandikan wanita, meski wanita itu adalah ibu atau putrinya, ia hanya boleh menayamumi mereka dengan debu.
·          Orang yang memandikan jenazah akan mendapatkan pahala yang besar jika memenuhi dua syarat berikut:
a. Menutupi kekurangan atau aib yang ia dapati dari si mayyit dan tidak menceritakannya  kepada orang lain, ( bisa menjaga lisannya ).
b. Ikhlas karena Allah semata dalam mengurusan jenazah tanpa mengharapkan pamrih dan terima kasih serta tanpa tujuan-tujuan duniawi. Karena Allah tidak menerima amalan akhirat tanpa keikhlasan semata-mata kepada-Nya.
·         Di sunnahkan bagi yang memandikan jenazah supaya mandi besar. (Tidak diwajibkan).
·         Tidak disyariatkan memandikan orang yang mati syahid di medan perang, meskipun ia gugur dalam keadaan junub.
Hal-hal yang harus di perhatikan dalam memandikan jenazah adalah:
1.      Hendaknya ditempat tertutup baik ( samping kanan, kiri, depan, belakang ) maupun atas.
2.      Orang yang memandikan jangan terlalu banyak, maksimal 3 orang, makruh lebih dari 3 orang.
3.      Mempersiapkan perlengkapan mandi sebelum memandikannya.
4.      Meletakkan mayat di tempat mandi dengan posisi kepala agak naik dan kaki agak rendah.
5.      Menutup aurat  dengan kain ( tidak boleh terlihat auratnya ).
6.      Menanggalkan pakaian mayat dengan lemah lembut.
7.      Mengambil sepotong kain, lalu membelitkan kain tersebut ke tangan kiri kita untuk membersihkan jenazah tadi dan menggosok-gosok kedua kemaluannya
                 ( beristinja’ ).
 Kita tidak boleh menyentuh aurat jenazah kecuali dengan penghalang. Dan lebih utama jika     tidak menyentuh seluruh anggota tubuh lainnya kecuali dengan sarung tangan atau kain yang dibelitkan ke tangan kita.

8.      Setelah itu kita mengangkat kepalanya hingga mendekati posisi duduk. Kemudian kita memijit atau menekan  perutnya pelan-pelan, dan banyak-banyak menyiramkan air, hal ini bisa di ulang 3x bila belum bersih. juga perlu mengasapi ruangan dengan kayu gaharu atau ukup ( sejenis pengharum ) jika dikhawatirkan ada sesuatu yang keluar dari perutnya.

9.   kita membelitkan sepotong kain pada kedua jari (telunjuk dan tengah), kemudian kain tersebut dibasahkan untuk membersihkan gigi-gigi, dan kedua lubang hidungnya, tanpa memasukkan air ke dalam mulut atau hidung.
10.  Membasuh seluruh anggota wudhunya.
11.  Mencuci rambut ( hendaknya kepang dibuka ), kemudian muka dengan busa perasaan daun bidara ( shampoo atau sabun ), kemudian membasuh anggota sebelah kanan bagian depan dilanjutkan bagian yang belakang. Demikian pula dengan anggota sebelah kiri. Setelah itu kita menyiramkan air ke sekujur tubuhnya, kemudian mengulangi pembasuhan sampai tiga kali. berdasarkan hadits Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam:
اغْسَلْنَهَا ثَلَاثًا
                               “Basuhlah jenazah sebanyak tiga kali” (HR. Mutafaqqun ‘alaihi).
   12.Sedangkan yang sunnah adalah mengulang tiga kali cara mandi seperti ini,   dengan memulai yang kanan dari setiap sisi tubuhnya, dan terus mengurutkan tangan pada perutnya pada setiap pemandian. Jika tiga kali pengurutan belum juga membersihkan perut, maka kita tambah hingga perut itu benar-benar bersih, meski hal itu kita lakukan hingga tujuh kali. Dan disunnahkan menghentikan pengurutan ini pada bilangan yang ganjil.
  13. Dianjurkan agar siraman terakhir adalah air larutan kapur barus. Berdasarkan sabda Nabi  Shalallahu ‘alaihi wasallam:
وَاجْعَلْنَ فِي الْآخِرَةِ كَافُوْراً أَوْ شَيْئاً مِنْ كَافُوْرٍ
“Siramlah dengan air larutan kapur barus pada siraman yang terakhir”.
Jika wanita, maka kita mengelabang rambutnya menjadi tiga kali dan kita letakkan pada bagian belakang kepalanya. Pada pemandian yang terakhir, kita mencampur airnya dengan kapur barus dan daun bidara. Kecuali jika si mayit dalam keadaan ihram dengan ibadah haji atau umrah, maka hal itu tak perlu dilakukan.
Hal-hal yang harus di perhatikan dalam mengkafani  jenazah adalah:
  1.    Mengkafani jenazah hukumnya adalah fardhu kifayah. Untuk kain kafan, kita mengutamakan membelinya terlebih dahulu dari harta pribadinya.
  2.   Jenazah dikafani dengan tiga lembar kain putih dari katun atau semisalnya. Lalu sebagian kain itu dibentangkan atas sebagian yang lain, kemudian diasapi dengan semisal kayu gahru atau di beri minyak wangi.
  3.       Bagian paling atas sendiri, kita taruh kain yang terbaik. Lalu kita menebar harum-haruman diantara kain yang atas ini, dan memberi parfum pada setiap lembar kain-kain tersebut.
  4.   Kemudian wewangian itu kita letakkan pada anggota wudhunya. Jika kita memberikan  wewangian  pada seluruh tubuhnya, maka itu lebih baik.
  5.     Setelah itu kain paling atas, yang ada di sebelah kanan mayit, ditutupkan pada bagian kirinya. Dan kain yang disebelah kiri ditutupkan pada bagian kanannya. Kemudian seperti itu pula kita lakukan pada kain kedua dan ketiga. Dan kita menjadikan kain yang banyak lebihnya ada di bagian kepala. Lalu bagian tengah setiap kain itu kita ikat. Ikatan itu baru dibuka kembali saat jenazah dimasukkan dalam kuburan.
  6. .    Sedangkan yang wajib untuk kafan jenazah laki-laki dan perempuan, adalah satu lembar kain yang bisa menutupi seluruh tubuhnya, walaupun sunnahnya tiga lembar kain, karena Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dikafani dengan tiga
Diringkas oleh Ari Mardiah Joban
Untuk praktek cara memandikan dan mengkafani silahkan buka:
http://english.islamway.com/flashes/1/DeadWash.swf
Sumber: http://almardiah.blogspot.com/2012/04/ringkasan-cara-pengurusan-jenazah.html

5 Mei 2012 Posted by | Faedah, Fiqh | Tinggalkan sebuah Komentar

Berjabat Tangan


 Tradisi jabat tangan menjadikan orang yang tidak berjabat tangan dituduh sebagai orang kolot, kaku, ekstrim, hendak memutuskn tali silaturrahim, dsb. Sehingga terjadilah jabat tangan dengan saudara sepupu, ipar, teman atau yang lainnya, yang bukan mahram, Padahal dengan jelas Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda:

لأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ أَحَدِكُمْ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيْدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لاَ تَحِلُّ لَهُ

 ”Sungguh ditusuknya kepala salah seorang dari kalian dengan jarum dari besi lebih baik baginya daripada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya”. (HR. ath-Thabrani).

Adakah orang yang hatinya lebih bersih dari hati Nabi صلى الله عليه و سلم ? Namun beliau mengatakan:

إِنِّي لَا أُصَافِحُ النِّسَاءَ إِنَّمَا قَوْلِي لِمِائَةِ امْرَأَةٍ كَقَوْلِي لِامْرَأَةٍ وَاحِدَةٍ أَوْ مِثْلُ قَوْلِي لِامْرَأَةٍ وَاحِدَةٍ

 ”Sesungguhnya saya tidak menjabat tangan wanita, sesungguhnya perkataanku untuk seratus wanita sama dengan perkataanku untuk satu orang atau serupa dengan perkataanku untuk satu orang wanita. (HR. Imam Malik al-Muwattha’:897, at-Tirmidzi:1597).

Bahkan Aisyah –radhiallahu anha- bersumpah bahwa Nabi tidak pernah menyentuh tangan seorang wanitapun ketika proses bai’at, Aisyah berkata:

ولا والله! ما مست يد امرأة قط في المبايعة, ما يبايعهنّ إلاّ بقوله قد بايعتك على ذلك

 ”Demi Allah, [tangan Rasulullah] tidak menyentuh tangan seorang wanitapun ketika proses bai’at, beliau tidak membai’at para wanita kecuali dengan berkata: saya telah membai’at kamu atas hal itu [yang diucapkan ketika proses bai'at]. (HR. al-Bukhari:4891), dan ada juga dengan lafadz:

“Dan tangan Rasulullah tidak pernah menyentuh tangan seorang wanitapun, kecuali wanita yang dimilikinya (Istrinya dan budak-budaknya) (HR. Muslim:1866, at-Tirmidzi: 3306, Ibnu Majah:2875, Ahmad:26857).
- – - – - – 〜✽〜 – - – - – -

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss…!

9 April 2012 Posted by | Faedah, Nasehat | Tinggalkan sebuah Komentar

Racun Hati


Hati sangatlah berpengaruh dalam gerak-gerik seseorang. Karena seseorang akan selalu melakukan sesuatu sesuai kata hatinya.
Hati ϑί dalam tubuh manusia laksana raja pada anggota tubuh, dan anggota tubuh adalah prajuritnya, apabila rajanya baik, maka baik pula prajuritnya, dan apabila raja buruk, maka buruk pulalah prajuritnya.

Rasulullah صلى اللّهُ عليه وسلم bersabda:

ألا إن في الجسد مضغة إذا صلحت صلح الجسد كله، وإذا فسدت فسد الجسد كله ألا وهي القلب

     “Ketahuilah, sesungguhnya di dalam jasad terdapat segumpal daging, apabila dia baik maka baiklah seluruh jasadnya. Dan apabila dia rusak, maka rusaklah seluruh  jasadnya, ketahuilah segumpal daging itu adalah hati”. (HR. al-Bukhari).

Setampan atau secantik apapun rupa seseorang, tidaklah indah tanpa hati Чαπƍ bersih, karena hati yang bersih melahirkan perbuatan yang baik, begitu pula sebaliknya. Dan Allah tidaklah melihat dari fisik seseorang, melainkan Allah akan melihat pada hati dan amalannya.

Dari Abu Hurairah  رضي الله عنه  berkata, Rasulullah صلى اللّهُ عليه وسلم  bersabda,

  إن الله لا ينظر إلى أجسامكم ولا إلى صوركم ولكن ينظر إلى قلوبكم وأعمالكم

    “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada jasad-jasad kalian, tidak pula rupa-rupa kalian, akan tetapi Dia melihat kepada hati-hati kalian dan perbuatan-perbuatan kalian”. (HR. Muslim).

Oleh karena itu membersihkan hati sangatlah penting, karena pada hari kiamat tidaklah berguna harta dan anak kecuali Чαπƍ datang kepada Allah dengan membawa hati yang selamat. Sebagaimana firman-Nya:

يوم لا ينفع مال ولا بنون إلا من أتى الله بقلب سليم

    “Pada hari (kiamat) ketika tidak lagi bermanfaat harta maupun keturunan, kecuali bagi orang yang menghadap Allah dengan hati yang selamat.” (QS. asy-Syu’araa’:88-89).

• Karakter Hati Yang Selamat

Syaikh as-Sa’di rahimahullah menyebutkan beberapa karakter atau ciri-ciri hati yang selamat; yaitu hati tersebut diisi dengan: keikhlasan, ilmu, keyakinan, kecintaan kepada kebaikan dan menganggap kebaikan itu sesuatu yang indah di dalam hatinya, keinginan dan kecintaannya senantiasa mengikuti apa yang Allah cintai, begitu pula hawa nafsunya tunduk mengikuti ajaran yang Allah berikan. (Taisir al-Kariim ar-Rahmaan, hal:593).

Ibnul Qayyim rahimahullah menyatakan bahwa hati tidak akan benar-benar bisa selamat kecuali jika terbebas dari lima hal:

1. Syirik yang memupuskan tauhid.

2. Bid’ah yang menyimpangkan dari as-Sunnah.

3. Menuruti keinginan nafsu yang membuat berpaling dari perintah (syari’at).

4. Kelalaian yang membuat dzikir terbengkalai.

5. Hawa nafsu yang mengikis kemurnian ibadah dan keikhlasan (Ad-Daa’ wa ad-Dawaa’, hal:138).

Agar hati kita bersih dan selamat hendaklah kita mengetahui racun-racun yang bisa merusak hati. Ada Empat racun dalam hati Чαπƍ memiliki pengaruh Чαπƍ sangat kuat dan Чαπƍ paling banyak menyebar, diantaranya adalah:

1. Kelebihan dalam berbicara (Fudhulul kalam).

2. Kelebihan dalam memandang (Fudhulun nadzar).

3. Berlebih-lebihan dalam hal makanan (Fudhuluth tho’aam).

4. Kelebihan dalam bergaul (Fudhulul mukhaalathoh).

Hendaklah kita berusaha menjaga hati kita dengan tidak memasukkan racun-racun tersebut, dan berusaha semaksimal mungkin untuk menyingkirkannya. Dan apabila racun-racun tersebut masuk karena kelalaian atau kesalahan maka hendaklah kita bersegera untuk menghapusnya dengan bertaubat kepada Allah dan memperbanyak beristighfar.              Semoga kita semua dapat terhindar dari racun-racun Чαπƍ menjangkit hati, sehingga kita kelak menghadap Allah dengan membawa hati Чαπƍ selamat.

آمِيْن

 Disarikan dari kajian rutin Tazkiyatun Nufus oleh Ust. Fuad Hamzah Baraba’, Lc.

- – - – - – 〜✽〜 – - – - – -

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss…!

9 April 2012 Posted by | Tazkiyatun Nufus | Tinggalkan sebuah Komentar

Apakah Tazkiyatun Nafs adalah perbuatan Allah Ta’ala atau perbuatan Hamba?


Apakah Tazkiyatun Nafs adalah perbuatan Allah Ta’ala atau perbuatan Hamba?

Sesungguhnya para ulama berbeda pendapat dalam menafsirkan firman Allah Ta’ala:

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا

“Sungguh beruntung orang Чαπƍ mensucikan jiwanya”. (QS. asy-Syams:9).

Apakah Чαπƍ mensucikan dalam ayat ini adalah Allah Чαπƍ mensucikan hambanya, atau hamba itu Чαπƍ mensucikan dirinya?

Para ulama dalam penafsiran ayat ini ada dua pendapat. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menguatkan pendapat bahwa Tazkiyah dalam ayat ini adalah dari hambanya, dan bahwasanya dialah Чαπƍ mensucikan dirinya dengan melakukan ketaatan, dan ini sesuai dengan firman Allah ‘Azza wa Jalla:

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّى

“Sungguh beruntung orang Чαπƍ mensucikan dirinya”. (QS. al-A’laa:14).

Maka Tazkiyah ‎​δ¡ sini adalah dari hamba dengan melakukan ketaatan kepada Allah ‘Azza wa Jalla, akan tetapi tidak boleh ‎​δ¡lupakan bahwa seorang hamba Чαπƍ mensucikan dirinya itu atas berkat taufik dan karunia Allah ‘Azza wa Jalla, oleh karena itu Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

وَلَوْ لاَ فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ مَا زَكَى مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ أَبَداً وَلَكِنَّ اللَّهَ يُزَكِّى مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ

“Kalau bukan karena karunia Allah dan rahmatnya kepadamu, niscaya tidak seorangpun diantara kamu bersih (dari perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa Чαπƍ Dia kehendaki. Dan Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui”. (QS. an-Nur:21).

Tidak ‎​δ¡ragukan bahwa seorang hamba memiliki pengaruh dalam mensucikan dirinya, dan itu tidak secara keseluruhan dilakukan oleh dirinya, akan tetapi dengan karunia dari Allah ‘Azza wa Jalla. Kalau bukan karena karunia dan rahmat dari Allah niscaya tidak seorangpun dari hamba-hambanya Чαπƍ bersih.
Dan ini mengingatkan kita akan masalah Чαπƍ besar yaitu, bahwa manusia membutuhkan Rabbnya ‘Azza wa Jalla setiap saat untuk mensucikan jiwanya, oleh karena itu ada sebuah hadits:

اَللَّهَّمَ آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا

“Ya Allah anugerahkanlah ketakwaan pada jiwaku dan sucikanlah ia, karena Engkaulah sebaik-baik Dzat yang mensucikannya”. (HR. Muslim: 2722).

(Tazkiyatun Nafs, Mafhuumuhaa, wa Marootibuhaa, wa Asbaabuhaa: Syaikh Dr. Ibrahim bin Amir ar-Ruhaily, hal: 22-23).
- – - – - – 〜✽〜 – - – - – -

28 Maret 2012 Posted by | Tazkiyatun Nufus | Tinggalkan sebuah Komentar

SILSILAH HADITS SILSILAH (Hadits kelima belas)


Oleh: Ibnu Mubarak allaitsi

Hadits kelima belas:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ (( مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ )). رواه الترمذي وقَالَ حَدِيثٌ حَسَنٌ.

               Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang menempuh suatu jalan dalam rangka menuntut ilmu, niscaya Allah akan memudahkan baginya dengannya (ilmu tersebut)  jalan menuju surga .” (HR. at-Tirmidzi dan beliau mengatakan, hadits hasan).

            

Faedah hadits: 

 

  1. Ilmu syari’ah islamiyah keutamaannya besar sekali.
  2. Perjalanan menuntut ilmu itu disukai, dan pahalanya besar di sisi Allah Ta’ala.

( Disarikan dari kitab Silsilah Ta’lim al-Lughoh al-‘Arobiyyah mata kuliah hadits semester II ).

Dengan ini selesai sudah kitab Silsilah Ta’lim al-Lughoh al-‘Arobiyyah mata kuliah hadits semester II.

والحمد لله الذي بنعمته تتم الصالحات وصلى الله وسلم على محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

13 Maret 2012 Posted by | Hadits | 4 Komentar

PMB 2012-2013 STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya


Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.

Alhamdulillahirabbil ‘aalamiin, diumumkan bahwa Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Ajaran 2012-2013 insyaAllah akan kembali diselenggarakan. Informasi lebih lengkap bisa antum dapatkan pada brosur di bawah ini.

Klik pada gambar brosur untuk memperbesar tampilan!

Demikian, atas waktu dan perhatiannya kami ucapkan jazakumullaahu khairan katsira.

Wassalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.

10 Maret 2012 Posted by | umum | Tinggalkan sebuah Komentar

SILSILAH HADITS SILSILAH (Hadits keempat belas)


Oleh: Ibnu Mubarak allaitsi

Hadits keempat belas:

 

 

     عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ قَالَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ كَانَتْ لَهُ عَدْلَ عَشْرِ رِقَابٍ, وَكُتِبَتْ لَهُ مِائَةُ حَسَنَةٍ, وَمُحِيَتْ عَنْهُ مِائَةُ سَيِّئَةٍ, وَكَانَتْ لَهُ حِرْزًا مِنْ الشَّيْطَانِ يَوْمَهُ ذَلِكَ حَتَّى يُمْسِيَ, وَلَمْ يَأْتِ أَحَدٌ بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ, إِلَّا أَحَدٌ عَمِلَ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ». رواه البخاري ومسلم.

    : Dari Abu Hurairah radhiallaahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, barangsiapa mengucapkan

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

dalam sehari seratus kali, maka itu sama dengan pahala sepuluh budak; ditulis seratus kebaikan untuknya, dan dihapus seratus dosanya. Juga menjadi pelindungnya dari setan pada hari itu sampai sore, dan tidak ada satupun yang lebih utama dari amalannya, kecuali orang yang beramal dengan amalan yang lebih banyak dari hal itu.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Faedah hadits: 

 

  1. Dzikrullah memiliki keutamaan yang besar disisi Allah Ta’ala.
  2. Dzikrullah dapat menjauhkan setan dari manusia.
  3. Barangsiapa yang membaca dzikir ini lebih banyak dari seratus kali, akan mendapatkan pahala yang disebutkan dalam hadits di atas, dan pahala tambahan.

( Disarikan dari kitab Silsilah Ta’lim al-Lughoh al-‘Arobiyyah mata kuliah hadits semester II ).

27 Februari 2012 Posted by | Hadits | 2 Komentar

Ringkasan Materi dari Kajian Чαπƍ disampaikan Prof. Dr. Abdurrozzaq Bin Abdul Muhsin Al-Abbad Al-Badr hafizhahumallah ϑί Masjid Darul Hijrah STAI ALI BIN ABI THALIB Surabaya ~Siapakah Wali-wali Allah?~


~Siapakah Wali-wali Allah?~

Sudah sepatutnya seorang muslim mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut.

Jawaban tersebut telah  اللّه عَزَّ وَ جَلَّ jelaskan dalam firmannya surat yunus: 62-63.

ألا إن أولياء الله لا خوف عليهم ولا هم يحزنون. الذين آمنوا وكانوا يتقون.

    “Ingatlah, sesungguhnya wali wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati (yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertaqwa. (QS. Yunus :62 – 63).

   Beliau -hafidzahullah- menjelaskan makna ayat diatas, bahwasanya ciri-ciri wali Allah adalah:

(الذين آمنوا‪‪(

“Yaitu orang-orang yang beriman,”.
Beriman kepada Allah Ta`ala, beribadah semata-mata karenaNya (ikhlas karena Allah),

وكانوا يتقون

“Dan mereka selalu bertaqwa”

Mereka membuktikan keimanan mereka tadi dengan melakukan ketaqwaan kepada Allah Jalla wa `Alaa dengan cara Baca selebihnya »

17 Februari 2012 Posted by | Aqidah | Tinggalkan sebuah Komentar

Bidadari Jelita Tuk Penghuni Surga~


Allah Ta’ala berfirman:

(وفُرشٍ مرفوعةٍ)

 ”Dan kasur-kasur Чαπƍ tebal lagi empuk”. Yakni tinggi, lembut dan sangat nyaman.” (QS. al-Waqi’ah:34).

Firman Allah Ta’ala selanjutnya:

(إنا أنشأناهن إنشاءً. فجعلناهن أبكاراً. عرباً أتراباً. لأصحاب اليمين)

“Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya, (Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan.” (QS. al-Waqi’ah:35-38).

(Sekilas) dhamir dalam ayat ini berlaku pada sesuatu Чαπƍ tidak disebutkan, namun ketika redaksi ayat memberikan sebuah indikasi, yaitu menyebutkan tentang kasur-kasur, hal itu menunjukan atas adanya perempuan-perempuan Чαπƍ berbaring diatasnya, maka cukuplah dengan menyebutkan nya untuk mewakili keberadaan mereka, dan dhamir itu kembali kepada mereka. (‘Umdah at-Tafsir 3/436-437).

…سبحان اللـّہ …  سبحان اللـّہ

Begitu indah apa Чαπƍ digambarkan Allah Ta’ala kepada kita, dan itu akan diberikan kepada golongan kanan (ahlul janah).

لأصحاب اليمين

“(Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan.” Maksudnya, mereka itu diciptakan bagi golongan kanan, atau mereka disediakan untuk golongan kanan, atau mereka dinikahkan dengan golongan kanan.

Adakah orang Чαπƍ ingin menjadi golongan kanan? Adakah Чαπƍ ingin mendapatkannya??!

4 Februari 2012 Posted by | Aqidah, Faedah | Tinggalkan sebuah Komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.