Ibnu Mubarak Allaitsi

Berilmu Shahih Untuk Beramal Shalih


Ar- Raudhoh || الروضة:
*Kalianpun Akan Mengikuti Mereka*

@fuadhbaraba

📖 Hadits ketiga puluh empat dari buku 100 hadits tentang *Aqidah*

Sejak 15 abad yang lalu, Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengisyaratkan akan datangnya masa di mana umat Islam akan mengikuti kehidupan orang-orang Yahudi dan Nasrani.

Baik secara pemikiran, budaya, mode, dan sebagainya. Baik berupa akhlak yang tercela, kebiasaan yang buruk serta kehidupan bermasyarakat yang rusak.

Hal itu sebagaimana dijelaskan pada hadits berikut ini:

عَنْ أَبِيْ سَعِيْدٍ الخُدْرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ قَالَ: لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ حَذْوَ الْقُذَّةِ بِالْقُذَّةِ حَتَّى لَوْدَخَلُوا جُحْرَ ضَبٍّ لَدَخَلْتُمُوهُ. قاَلُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، الْيَهُودُوَالنَّصَارَى؟ قَالَ: فَمَنْ؟. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ حَذْوَ الْقُذَّةِ بِالْقُذَّةِ حَتَّى لَوْدَخَلُوا جُحْرَ ضَبٍّ لَدَخَلْتُمُوهُ. قاَلُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، الْيَهُودُوَالنَّصَارَى؟ قَالَ: فَمَنْ؟

*_”Sungguh, akan ada di antara kalian orang-orang yang mengikuti kebiasaan orang-orang sebelum kalian sebagaimana bulu anak panah terhadap yang lainnya. Sampai-sampai jika mereka masuk ke dalam lubang kadal padang pasir, sungguh kalian akan ikut memasukinya.” Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah maksudnya adalah orang Yahudi dan Nasrani?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Siapa lagi?”._* (HR. Muttafaq ‘alaih).

Apa yang digambarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam itu begitu mengerikan. Karena, umat Islam akan mengikuti mereka sebegitu jauh.

Sampaipun mereka masuk ke lubang kadal padang pasir, umat Islam akan mengikuti mereka juga.

Artinya, walau tidak layak, tidak pantas dan tidak patut diikuti, tetap saja mereka diikuti.

Allahu a’lam.

Semoga kita dijauhkan dari hal-hal seperti itu.

Join Telegram Channel Ar-Raudhoh: https://t.me/fuadhbaraba79

View on Path

Iklan

15 Juli 2018 Posted by | Tak Berkategori | Tinggalkan komentar


*Perpecahan Di Antara Umat-Umat*

@fuadhbaraba

📖 Hadits ketiga puluh tiga dari buku 100 hadits tentang *Aqidah*

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengabarkan kepada kita, bahwa akan terjadi perpecahan pada umat ini.

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menjelaskan, Yahudi terpecah menjadi 71 golongan, Nasrani akan terbagi menjadi 72 golongan. Dan umat Islam akan terpecah menjadi 73 kelompok.

Sebagaimana dijelaskan pada hadits berikut ini:

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ: افْتَرَقَتِ الْأُمَمُ قَبْلَكُمْ، افْتَرَقَتِ الْيَهُوْدُ عَلَى إِحْدَى وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً، وَالنَّصَارَى افْتَرَقَتْ عَلَى اثْنَتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً، وَتَفَرَّقَتْ أُمَّتِيْ عَلَى ثَلَاثٍ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً كُلُّهَا فِيْ النَّارِ إِلَّا وَاحِدَةً، قَالُوْا: مَنِ الْوَاحِدَةُ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: مَنْ كَانَ مِثْلَ مَا أَنَا عَلَيْهِ وَأَصْحَابِيْ. ابْنُ مَاجَهْ

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

افْتَرَقَتِ الْأُمَمُ قَبْلَكُمْ، افْتَرَقَتِ الْيَهُوْدُ عَلَى إِحْدَى وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً، وَالنَّصَارَى افْتَرَقَتْ عَلَى اثْنَتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً، وَتَفَرَّقَتْ أُمَّتِيْ عَلَى ثَلَاثٍ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً كُلُّهَا فِيْ النَّارِ إِلَّا وَاحِدَةً، قَالُوْا: مَنِ الْوَاحِدَةُ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: مَنْ كَانَ مِثْلَ مَا أَنَا عَلَيْهِ وَأَصْحَابِيْ

*_”Umat-umat sebelum kalian telah terpecah belah. Orang-orang Yahudi terpecah belah menjadi 71 golongan, dan orang-orang Nasrani terpecah belah menjadi 72 golongan, dan umatku terpecah belah menjadi 73 golongan. Semuanya masuk neraka kecuali satu”, para sahabat bertanya: Siapakah yang satu tersebut wahai Rasulullah? beliau menjawab: “Apa yang aku dan para shahabatku berada di atasnya”._* (HR. Ibnu Majah).

Perpercahan itu juga telah dijelaskan oleh para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Para sahabat benar-benar menekuni agama ini dengan amalan nyata. Karena sesuatu yang bersifat teori, akal dan pemahaman bisa berbeda-beda.

Namun, jika berbentuk praktek dan amalan, maka itu merupakan hal yang terbaik dalam menafsirkan firman Allah dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Allahu a’lam.

Join Telegram Channel Ar-Raudhoh: https://t.me/fuadhbaraba79

View on Path

13 Juli 2018 Posted by | Tak Berkategori | Tinggalkan komentar


Pantun perpisahan daurah

Malam bersinar bulan purnama
Embun di daun mulai membasah
Sejak senin kita bersua
Esok sabtu harus berpisah

Bila kelam nyalakan lilin
Lilin habis ganti pelita
Semoga ukhuwwah tetap dijalin
Agar dakwah semakin jaya

Tiada gading yang tak retak
Tiada limau tak berduri
Nasehati dengan arif dan bijak
Agar kawan khilaf tak lari

Bunga teratai mekar berseri
Jadi hiasan dalam telaga
Apa pasal kita kelahi
Hanya kerana ijitihad berbeda

Bunga melati dalam jambangan
Mekar berseri dikala pagi
Berprsangka baiklah duhai kawan
Itu perintah baginda Nabi

Jangan di sentuh mawar berduri
Agar tangan tiada terluka
Merendah diri sifat terpuji
Bila tuan ingin dicinta

Berburu paduka di dalam hutan
Dapat rusa belang kaki
Ami Khalid orang demawan
Dukung dakwah tak takut rugi

Di semak-semak tumbuh kemumu
Pucuknya patah dimakan hama
Selama seminggu menimba ilmu
Bekal dakwah paling berharga

Berkayuh sampan ke pulau Penyengat
Dikala sore pulang ke Bintan
Petuah Syeikh Sindi selalu di ingat
Jaga waktu jangan sia-siakan

Senja datang haripun gelap
Kerbau dihalau si anak gembala
Terima kasih kata terucap
Atas layanan seluruh panitia

Bila ada galah panjang
Biarlah apel dipetik lagi
Bila ada umur yang panjang
Tahun hadapan bersua kembali

Hang Tuah dan Hang Jebat
Keduanya pahlawan Melayu
Mohon maaf duhai sahabat
Bila salah tutur kataku

————-
Batu,22 Syawal 1439/06 Juli 2018

Abu Fairuz My

View on Path

6 Juli 2018 Posted by | Tak Berkategori | Tinggalkan komentar


Selingan siang

👇

Petuah daurah

Roti jala dalam juadah
Dibawa bersama si jeruk nipis
Bila tuan duduk di daurah
Mohon jaga adab bermajlis

Ayam jago kokoh bertaji
Mati berlaga di dalam hutan
Agar hening dalam mengaji
Silent kan hp atau matikan

Puteri Melayu datang bertamu
Berkepang dua rambut di ikat
Betapa mulia majlis ilmu
Tepat waktu jangan terlambat

Elok nian pantai Senggigi
Tujuan bagi para wisatawan
Syeikh Sindi berilmu tinggi
Murid ternama Syeikh Sulaiman

Lancang kuning berlayar malam
Haluan menuju ke Pulau Puteri
Ilmu mereka begitu dalam
Bila luput tuan merugi

Berlayar sampan menuju teluk
Membawa kail tali dan jala
Meski tuan duduk terkantuk
Semoga tetap dapat pahala

Beduk dipukul bertalu talu
Nyaring terdengar hingga ke pekan
Indah nian daurah di Batu
Dapat bertemu semua rekan

Kapal berlayar laut dibelah
Dipandu oleh tuan nakhoda
Jalin ukhuwwah agar barakah
Bercerai berai datang petaka

—————–
20 Syawal 1439 / 04 Juli 2018

Abu Fairuz MY

View on Path

4 Juli 2018 Posted by | Tak Berkategori | Tinggalkan komentar


Ar- Raudhoh || الروضة:
*Renungan Tuk Anak Agar Berbakti Kepada Orang Tuanya*

@fuadhbaraba

Disebutkan dalam sebuah Hadits,

عن أبي هريرة قال قال رسول الله  صلى الله عليه وسلم  رغم أنفه ثم رغم أنفه ثم رغم أنفه قيل من يا رسول الله قال من أدرك والديه عند الكبر أحدهما أو كليهما ثم لم يدخل الجنة

Dari Abu Hurairoh berkata,  Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda:

رغم أنفه ثم رغم أنفه ثم رغم أنفه قيل من يا رسول الله قال من أدرك والديه عند الكبر أحدهما أو كليهما ثم لم يدخل الجنة

“Kehinaan baginya, kehinaan baginya, dan kehinaan baginya”. ditanyakan (kepada beliau shallallahu ‘alihi wa sallam),

“Bagi siapakah kehinaan itu wahai Rasulullah?” Rasulullah shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda:

“Orang yang mendapati kedua orangtuanya dalam keadaan tua, salah satunya atau keduanya kemudian ia tidak masuk surga”. (HR Muslim).

Kenapa seseorang didoakan celaka?

Karena orangtua itu hendaknya selalu dipelihara disetiap waktu, dikarenakan kebutuhan mereka berdua akan bakti dan pelayanan di saat sudah tua sangat besar sekali.

Kemudian dalam hadits yang lain dijelaskan,

عن كعب بن عجرة قال: قال رسول الله  صلى الله عليه وسلم  احضروا المنبر فحضرنا فلما ارتقى درجة قال آمين فلما ارتقى الدرجة الثانية قال آمين فلما ارتقى الدرجة الثالثة قال آمين فلما نزل قلنا يا رسول الله لقد سمعنا منك اليوم شيئا ما كنا نسمعه قال إن جبريل عليه الصلاة والسلام عرض لي فقال بعدا لمن أدرك رمضان فلم يغفر له قلت آمين فلما رقيت الثانية قال بعدا لمن ذكرت عنده فلم يصل عليك قلت آمين فلما رقيت الثالثة قال بعدا لمن أدرك أبواه الكبر عنده أو أحدهما فلم يدخلاه الجنة قلت آمين

Dari Ka’ab bin Ujroh berkata: “Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda:

“Pergilah ke mimbar”

Maka kamipun menuju ke mimbar. Tatkala Rasulullah shallallahu ‘alihi wa sallam naik ke tingkat pertama mimbar ia berkata “Aamiin (kabulkanlah ya Allah)”,

tatkala beliau naik ke tingkat yang kedua ia berkata “Aamiin”,

dan tatkala ia naik ke tingkat yang ketiga beliau berkata “Aamiin”.

Tatkala Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam turun dari mimbar kami bertanya kepadanya, “Wahai Rasulullah kami mendengarmu pada hari ini sesuatu yang kami tidak pernah mendengarnya sebelumnya”.

Rasulullah shallallahu ‘alihi wa sallam menjawab, “Jibril telah mendatangiku dan berkata: “Semoga dijauhkan (dari rahmat Allah) orang yang menemui bulan Ramadhan kemudian ia tidak diampuni”, maka aku berkata, “Aamiin”.

Tatkala aku menaiki tingkatan mimbar yang kedua ia berkata, “Semoga dijauhkan (dari rahmat Allah) orang yang engkau disebut dihadapannya kemudian ia tidak bersholawat kepadamu”, maka aku katakan “Aamiin”.

Tatkala aku menaiki tingkatan mimbar yang ketiga ia berkata, “Semoga dijauhkan (dari rahmat Allah) orang yang mendapati kedua orangtuanya dalam keadaan sudah tua atau salah satu dari keduanya kemudian kedua orangtuanya tidak memasukannya ke dalam surga”, maka aku katakan, “Aamiin”. (HR Al-Hakim dan Ibnu Khuzaimah).

“Orang yang bahagia adalah orang yang menggunakan kesempatan emas ini untuk berbakti kepada kedua orangtuanya agar ia tidak luput dari (kesempatan emas ini yaitu masuk surga) dengan meninggalnya kedua orangtuanya.

Dan orang yang celaka adalah orang yang durhaka kepada kedua orangtuanya, terlebih lagi orang yang telah diperintahkan untuk berbakti kepada kedua orangtuanya”

Dari Humaid ia berkata, “Tatkala ibu Iyas bin Mu’awiyah meninggal maka Iyaspun menangis, maka dikatakan kepadanya, “Apa yang membuatmu menangis?”, ia berkata, “Dulu aku punya dua pintu untuk masuk surga dan (sekarang) salah satunya telah ditutup. (Kitabul bir was silah:68).

*Faedah dari Kajian Ustadz DR. Firanda Andirja, MA -hafidzahullah-*

Join Telegram Channel Ar-Raudhoh: https://t.me/fuadhbaraba79

View on Path

30 Juni 2018 Posted by | Tak Berkategori | Tinggalkan komentar


*Larangan Kembali Kepada Kekufuran, Dan Haramnya Darah Seorang Muslim*

@fuadhbaraba

📖 Hadits ketiga puluh dua dari buku 100 hadits tentang *Aqidah*

Khutbah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika Haji Wada, setelah beliau menekankan kembali masalah tauhid dan keikhlasan, adalah perkara penjagaan terhadap hak-hak sesama muslim dan peringatan keras terhadap pelanggaran hak-hak mereka.

Ketahuilah bahwa darah, harta dan kehormatan kaum muslimin itu mulia dan haram. Tidak boleh kita merusaknya.

Dan siapa yang melihat realita kaum Muslimin, terlebih lagi di masa ini, ia akan menemukan banyak orang-orang yang menganggap sangat remeh dan sepele perkara darah, harta dan kehormatan ini.

Sebagaimana dijelaskan pada hadits berikut ini:

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنَّهُ قَال فِيْ حَجَّةِ الْوَدَاعِ: وَيْحَكُمْ -أَوْ قَالَ:  وَيْلكَمْ- ، لَا تَرْجِعُوا بَعْدِي كُفَّارًا يَضْرِبُ بَعْضُكُمْ رِقَابَ بَعْض. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Dari Abdullah bin Umar radhiallahu ‘anhuma, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwasanya beliau bersabda tentang haji wada’ :

وَيْحَكُمْ -أَوْ قَالَ:  وَيْلكَمْ- ، لَا تَرْجِعُوا بَعْدِي كُفَّارًا يَضْرِبُ بَعْضُكُمْ رِقَابَ بَعْضٍ

*_”Celakalah kalian -atau binasalah kalian-, janganlah kalian kembali kepada kekufuran sepeninggalku, yaitu dengan saling membunuh di antara kalian”._* (HR. Muttafaq ‘alaih).

Hadits ini menjelaskan kepada kita, bahwa ada larangan untuk kembali kepada kekufuran dan saling membunuh, serta menumpahkan darah sesama muslim tanpa hak.

Allahu a’lam.

Join Telegram Channel Ar-Raudhoh: https://t.me/fuadhbaraba79

View on Path

28 Juni 2018 Posted by | Tak Berkategori | Tinggalkan komentar


View on Path

15 Juni 2018 Posted by | Tak Berkategori | Tinggalkan komentar


View on Path

15 Juni 2018 Posted by | Tak Berkategori | Tinggalkan komentar


View on Path

14 Juni 2018 Posted by | Tak Berkategori | Tinggalkan komentar


View on Path

13 Juni 2018 Posted by | Tak Berkategori | Tinggalkan komentar