Ibnu Mubarak Allaitsi

Berilmu Shahih Untuk Beramal Shalih

Pelajaran Berharga Untukku Dari Wanita Pembawa Botol Air Minum


Suatu hari ketika duduk di sebuah masjid, melintaslah di hadapanku seorang wanita yang ditangannya penuh dengan beberapa botol air minum.
Sosok wanita itu telah menarik perhatianku, mataku tertuju padanya, kulihat diapun sedang mengambil beberapa botol air minum lagi dari beberapa orang tua yang sedang duduk di masjid.

Dalam hatiku terbesit, yang dia bawa sudah banyak, tapi dia masih mau menerimanya. Selang beberapa lama wanita itu melintas lagi di hadapanku, kali ini aku melihat botol yang dibawanya sudah penuh semua dengan air, kulihat dia membagi-bagikan botol itu, ternyata dibagikan kepada pemiliknya. Botol yang dia bawa bukan hanya miliknya, namun milik sebagian saudarinya sesama muslimah. Lalu aku memperhatikan, ternyata jarak antara tempat duduknya ke tempat air itu lumayan jauh, Entah mengapa mata ini tidak lepas memperhatikan sosok wanita itu.

Setelah wanita itu sampai di tempat duduknya, aku mendapatkan kembali pelajaran berharga darinya, ternyata hanya satu botol miliknya, kemudian sambil mengangkat botol miliknya itu dan membawa beberapa gelas plastik wanita itupun berkata kepada saudari-saudarinya sesama muslimah: “Siapa yang haus? Siapa yang haus?”
Sepintas terlihat olehku bahwa yang dilakukan wanita itu suatu perbuatan yang sepele, tapi sungguh ini merupakan kebaikan yang luar biasa. Karena memberi minum merupakan sedekah yang paling utama.

Terdapat dalam hadits mengenai hal itu

عَنْ سَعْدِ بْنِ عُبَادَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ, إِنَّ أُمِّي مَاتَتْ, أَفَأَتَصَدَّقُ عَنْهَا؟ قَالَ: نَعَمْ. قَالَ: فَأَيُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ؟ قَالَ: الْمَاءُ. فَحَفَرَ بِئْرًا, وَقَالَ: هَذا لِأُمِّ سَعْدٍ

Dari Sa’ad bin Ubadah radhiallahu ‘anhu berkata: Aku berkata: “Wahai Rasulullah, ibuku telah wafat, bolehkah aku bersedekah dengan meniatkan pahala untuknya?” Beliau bersabda: “Ya.” Ia (Sa’ad) bertanya: “Sedekah apa yang paling utama?” Beliau menjawab, “Air.” Lalu ia menggali sumur dan mengatakan, “Ini untuk ibunya Sa’ad.” (Hadis hasan dengan beberapa penguatnya, diriwayatkan Abu Daud (1681), Ibnu Majah (3684), Ibnu Hibban (3337), Ibnu Khuzaimah (2497) dan An-Nasai (VI/254).

Ditambah dengan hadits lain, hadis ini tentu tidak asing lagi bagi kita, yaitu tentang kisah seseorang yang memberi minum seekor anjing, yang denganya Allah berterima kasih dan mengampuni dosanya, inipun menunjukkan akan keutamaan orang yang memberi minum.

Dari Abu Hurairah radhiyllahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« بَيْنَمَا رَجُلٌ يَمْشِى بِطَرِيقٍ اشْتَدَّ عَلَيْهِ الْعَطَشُ فَوَجَدَ بِئْرًا فَنَزَلَ فِيهَا فَشَرِبَ ثُمَّ خَرَجَ فَإِذَا كَلْبٌ يَلْهَثُ يَأْكُلُ الثَّرَى مِنَ الْعَطَشِ فَقَالَ الرَّجُلُ لَقَدْ بَلَغَ هَذَا الْكَلْبَ مِنَ الْعَطَشِ مِثْلُ الَّذِى كَانَ بَلَغَ مِنِّى. فَنَزَلَ الْبِئْرَ فَمَلأَ خُفَّهُ مَاءً ثُمَّ أَمْسَكَهُ بِفِيهِ حَتَّى رَقِىَ فَسَقَى الْكَلْبَ فَشَكَرَ اللَّهُ لَهُ فَغَفَرَ لَهُ ». قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَإِنَّ لَنَا فِى هَذِهِ الْبَهَائِمِ لأَجْرًا فَقَالَ «فِى كُلِّ كَبِدٍ رَطْبَةٍ أَجْرٌ »

“Ketika seorang laki-laki sedang berjalan, dia merasakan kehausan yang sangat, lalu dia turun ke sumur dan minum. Ketika dia keluar, ternyata ada seekor anjing sedang menjulurkan lidahnya menjilati tanah basah karena kehausan. Dia berkata, ‘Anjing ini kehausan seperti diriku.’ Maka dia mengisi sepatunya dan memegangnya dengan mulutnya, kemudian dia naik dan memberi minum anjing itu. Allah berterima kasih kepadanya dan mengampuninya.” Para sahabat bertanya, “ Wahai Rasulullah, apakah kita bisa meraih pahala dari binatang?” Beliau menjawab, “Kebaikan yang diberikan kepada tiap makhluk hidup ada pahalanya. (HR. Al-Bukhari (2363) dan Muslim (2244).

Sungguh apa yang dilakukan wanita Pembawa botol minum itu -Barakallah fiiha- menjadi pelajaran berharga bagiku, karena tidak pernah terpikir olehku melakukan hal itu, yang ternyata dapat mendatangkan pahala yang besar di sisi Allah Tabaraka wa Ta’ala.

Sebagai pengingat diri ini: Janganlah kita meremehkan sekecil apapun kebaikan itu. Karena kita tidak tau kebaikan mana dari kita yang Allah terima. Dan semangatlah berbuat kebaikan, di mana kita  berada dan kapan saja.

By: Ari Mardiah Joban
Muroja’ah: Ust. Fuad Hamzah Baraba’, Lc

Sumber: http://almardiah.blogspot.com/2015/02/pelajaran-berharga-untukku-dari-wanita.html?m=1

Iklan

3 Februari 2015 Posted by | Faedah, Nasehat, Tazkiyatun Nufus, النساء | Tinggalkan komentar

Bercinta Dan Bersaudara Karena Allah


Bercinta Dan Bersaudara Karena Allah

Jalinan ikatan dan hubungan wanita muslimah muslimah Чαπƍ tulus dengan saudara dan saudarinya, serta teman-temannya berbeda hubungan kekluargaan dan ikatan sosial wanita lainnya.

Hal itu karena ikatan dan hubungan Чαπƍ dia bina adalah atas dasar persaudaraan karena Allah Ta’ala. Itulah ikatan Чαπƍ terkuat antara Чαπƍ satu dengan Чαπƍ lainnya, baik laki-laki maupun wanita.

Itulah ikatan iman kepada Allah Ta’ala Чαπƍ disambungkan-Nya kepada kaum musliminseluruhnya.

Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat”. (QS. Al-Hujarat:10).

Persaudaraan iman merupakan ikatan hati Чαπƍ paling kuat, jalinan jiwa Чαπƍ paling kokoh, serta hubungan akal dan rohani Чαπƍ paling tinggi.

Maka tidak heran jika kita saksiakan para wanita muslimah Чαπƍ bersaudara karena Allah Ta’ala memiliki ikatan hati Чαπƍ sangat kuat, abadi selamanya.

Rasa persaudaraan tersebut dibangun atas dasar cinta karena Allah Ta’ala. Itulah cinta Чαπƍ paling tinggi, suci dan bersihdalam kehidupan manusia. Itulah cinta Чαπƍ terlepas dari segala asas manfaat, dan materi. Suci dari segala noda.

Karena ikatan cinta Чαπƍ sucidan jernih itu disinari oleh cahaya wahyu dan petunjuk nabawi.

Itulah cinta Чαπƍ menyebabkan kaum muslimin dan muslimat dapat merasakan manisnya iman.

Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda:

ثلاث من كن فيه وجد بهن حلاوة الإيمان: أن يكون الله ورسوله أحب إليه مما سواهما، وأن يحب المرء لا يحبه إلا لله، وأن يكره أن يعود إلى الكفر بعد أن أنقذه الله منه كما يكره أن يقذف في النار. (متفق عليه)

“Ada tiga hal yang apabila ada pada seseorang dengannya dia akan merasakan manisnya iman; Allah dan rasul-Nya lebih dia cintai dari pada yang lainnya, mencintai seseorang, dia tidak mencintainya kecuali karena Allah, dan dia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkan dia darinya sebagaimana dia benci dilemparkan ke dalam neraka”. (Muttafaq ‘Alaih).

شخصية المرأة المسلمة

(Kepribadian Wanita Muslimah)

26 November 2014 Posted by | Nasehat, Tazkiyatun Nufus, النساء | Tinggalkan komentar

Apa hukum wanita Чαπƍ selalu pergi ke pasar-pasar untuk mengetahui barang terbaru?


Soal: Apa hukum wanita Чαπƍ terus-menerus pergi ke pasar-pasar untuk mengetahui barang terbaru?

Syaikh Shalih al-Fauzan -hafidzahullah- menjawab:
Yang dituntut dari wanita adalah menetap dirumahnya, mengerjakan pekerjaan rumah, mendidik dan mengasuhnya anak-anaknya. Karena wanita pemimpin dirumah suaminya dan akan dimintai pertanggung jawaban atas kepemimpinannya.

Allah Ta’ala berfirman:

( وَقَرْنَ في بُيُوتِكُنَّ )

“Tetaplah kalian tinggal di dalam rumah-rumah kalian” (QS. al-Ahzab:33). Yakni menetaplah ϑί rumah dan janganlah keluar tanpa ada keperluan.

Rasulullah Shallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ فَإذَا خَرَجَتْ اِسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ

“Wanita itu aurat maka bila ia keluar rumah syaitan menyambutnya.” (HR. at-Tirmidzi 1183, dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Irwaul Ghalil:273).

Dan pergi untuk mengetahui barang-barang terbaru bukanlah merupakan suatu kebutuhan Чαπƍ membolehkan wanita keluar dari rumahnya, bahkan hal ini dapat membahayakan, terlebih pada zaman sekarang Чαπƍ banyak menyebar kejahatan.

Sumber: (المنتقى من فتاوى الفوزان: 60/8)

1 Juli 2012 Posted by | Nasehat, النساء | Tinggalkan komentar

Wanita dan Dakwah Ke Jalan Allah


Penanya: Bagaimana pendapat anda terhadap wanita dan dakwah ke jalan Allah?

Wanita itu sama seperti laki-laki, wajib atasnya untuk berdakwah ‎δ¡ jalan Allah, dan beramar ma’ruf nahi mungkar. Karena dalil-dalil baik dari al-Quran ataupun sunnah itu berbentuk umum, mencakup semuanya (baik laki-laki maupun wanita), kecuali Чαπƍ ‎δ¡ khususkan oleh dalil.
Dan pendapat para ulama juga jelas dalam hal ini.

Diantara dalil dari al-Quran adalah firman Allah Ta’ala:

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ

  “Orang mukmin yang laki-laki dan orang mukmin yang perempuan sebagian mereka (adalah) penolong bagi sebagian (yang lain) mereka menyuruh pada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar.” (QS. at-Taubah:71).

Dan firman-Nya:

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ

  “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar dan beriman kepada Allah”. (QS. Ali Imran:110).

Oleh karena itu wajib atas wanita untuk berdakwah ke jalan Allah dengan adab-adab Чαπƍ syar’i, hal itu sama dengan laki-laki, dan harus bersabar serta mengharap pahala ‎δ¡ sisi Allah, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

وَاصْبِرُوا إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

  “Bersabarlah kalian, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bersabar”. (QS. al-Anfal:46).

Dan firman Allah Ta’ala tentang Luqman al-Hakim, bahwasanya ia berkata kepada anaknya:

 يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ

 “Hai anakku, dirikanlah salat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)”. (QS. Luqman:17).

Kemudian, wajib baginya juga, untuk memperhatikan perkara lain yaitu, hendaknya ia menjadi teladan dalam hal kehormatan dan hijab serta amal shalih. Dan selalu menjauhi perbuatan tabarruj dan ikhthilath dengan laki-laki Чαπƍ terlarang. Sehingga dakwahnya dengan ucapan dan perbuatan dari segala apa Чαπƍ Allah haramkan atasnya.

سماحة الشيخ / عبدالعزيز بن باز -رحمه الله تعالى-

Samahatu as-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz Bin Baaz -رحمه الله تعالى-

Sumber:http://www.binbaz.org.sa/mat/211

28 Juni 2012 Posted by | Nasehat, النساء | Tinggalkan komentar

Wanita Muslimah Memperjuangkan Agama Allah Ta’ala


Diantara amal ibadah Чαπƍ dilakukan wanita muslimah yaitu memperjuangkan dan menolong agama Allah Ta’ala dalam realita kehidupan, dan berusaha untuk menerapkan manhaj-Nya dalam kehidupan, baik individu, keluarga, maupun masyarakat.

Wanita muslimah sadar dengan petunjuk agamanya, selalu merasa ibadahnya masih jauh dari kesempurnaan. Menyadari masih belum banyak berbuat untuk islam dan kaum muslimin.

Dengan perasaan inilah wanita muslimah akan selalu merealisasikan ibadahnya hanya kepada Allah semata, karena diantara tujuan Allah menciptakan manusia adalah supaya beribadah kepada-Nya:

و ما خلقت الجن والإنس إلا ليعبدون

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku”. (QS. adz-Dzariyat:56).

Hanya dengan merasa selalu kurang ibadahnya kepada Allah makna لا إله إلا الله dapat tercipta dalam kehidupan wanita muslimah. Dimana para wanita muslimah generasi awal telah menemukan hakikat makna tersebut, dan senantiasa menggema ‎δ¡setiap sudut hatinya, sehingga mereka tidak tertinggal dengan laki-laki dalam memberikan kontribusi bagi agama.

Juga keberanian dan pengorbanan Чαπƍ mereka persembahkan dalam jihad fii sabilillah. Bahkan sebagian wanita salaf lebih hebat dari laki-laki ‎δ¡berbagai medan juang.

Lalu bagaimana dengan wanita muslimah zaman sekarang? Hendaklah sebagai wanita muslimah tidak kalah dengan laki-laki dalam memperjuangkan agama Allah, bukan dalam menuntut persamaan hak dan kesetaraan dengan laki-laki.
– – – – – – 〜✽〜 – – – – – –

4 Juni 2012 Posted by | النساء | Tinggalkan komentar

«Wanita Muslimah Bertanggung Jawab Atas Anggota Keluarganya»


Dalam mengarungi ‎​‎​kehidupan rumah tangga, seorang wanita muslimah tidak kalah berat dari laki-laki dalam memikul tanggung jawab anggota keluarganya ‎​δ¡ hadapan Allah عز و جل. Bahkan terkadang tanggung jawabnya  lebih besar, dikarenakan dia mengetahui seluk beluk dan sepak terjang anak-anaknya dan Чαπƍ lebih sering berada bersama mereka daripada suaminya.

Wanita muslimah merasakan tanggung jawab Чαπƍ besar ini, terlebih ketika mendengar sabda Nabi صلى الله عليه و سلم :

و المرأة راعية في بيت زوجها و مسؤولة عن رعيتها. متفق عليه

Dan wanita adalah pemimpin dalam ‎​‎​rumah tangga suaminya, dan dia akan ‎​δ¡mintai pertanggung jawabannya terhadap apa Чαπƍ dia pimpin. (Muttafaqun ‘Alaihi).

Sehingga perasaan tanggung jawabnya itu selalu mendorongnya untuk selalu memperhatikan anggota keluarganya, dan selalu membantu suaminya dalam mendidik anak-anaknya.

Wanita muslimah tidak akan sibuk ‎​δ¡ luar ‎​‎​rumah dengan berbagai aktifitasnya, namun dia akan fokus dalam rumahnya untuk memberikan perhatian Чαπƍ lebih kepada anak-anaknya. Karena betapa banyak wanita Чαπƍ meninggalkan anak-anaknya keluar ‎​‎​rumah dengan alasan mencari nafkah. Padahal tanggung jawab mencari nafkah adalah tugas laki-laki.

Dan menetapnya wanita  ‎​δ¡ ‎​‎​rumah adalah suatu kebaikan, karena dengan demikian dia telah mentaati Allah تعالى dalam firman-Nya:

و قرن في بيوتكن و لا تبرجن تبرج الجاهلية الأولى

Dan hendaklah kamu (para wanita) tetap ‎​δ¡ rumahmu, dan jangan berhias dan (bertingkah laku) seperti orang-orang jahiliyah dahulu. (QS. al-Ahzab:33).

Oleh karena itu berbahagialah wahai para wanita Чαπƍ tetap berada dalam ketaatan Rabbnya.

4 Februari 2012 Posted by | Nasehat, النساء | 1 Komentar

KESALAHAN-KESALAHAN WANITA


Oleh:  Ari Mardiah Joban

Alhamdulillah segala puji dan syukur hanya milik Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Shalawat dan Salam Selalu tercurahkan kepada Nabi Allah Dan Rasulnya Muhammad Shalallahu ‘alaihi Wasallam dan kepada keluarga, para sahabat dan pengikutnya hingga akhir zaman.

Wahai saudariku yang mulia, didalam kesempatan ini saya ingin menyebutkan beberapa  kesalahan yang menyebar dikalangan wanita, yang mana kesalahan tersebut sudah dianggap hal yang biasa dikalangan masyarakat. Sudah sepatutnya sebagai muslimah menjauhi kesalahan-kesalahan tersebut. Yang diantaranya adalah: Baca lebih lanjut

17 Oktober 2010 Posted by | النساء | Tinggalkan komentar

Bolehkah Jilbab Berwarna Kuning Atau Yang Lainnya?


jilbab

Pertanyaan :

Assalaamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ustadz, ada beberapa hal yang ingin ana tanyakan sehubungan dengan busana muslimah :

1.     Bolehkah wanita memakai busana muslimah berwarna selain hitam (tetapi cenderung ke warna gelap,mis : biru tua, coklat, ungu tua )?

2.     Bolehkah wanita memakai busana muslimah yang bermotif,bercorak batik /bordir/renda/payet?

Mohon penjelasan dari Ustadz berkaitan dengan masalah tersebut, Jazakumullahu khoiron

Jawab :

Syaikh Muhammad Ali Farkuus Baca lebih lanjut

12 Oktober 2010 Posted by | Fiqh, النساء | Tinggalkan komentar

EMANSIPASI WANITA, ADAKAH???


Oleh: Ari Mardiah Joban

Tidak diragukan lagi Islam adalah agama yang sempurna, agama yang mulia serta diridhoi oleh Allah Ta’ala, agama yang adil yang selalu memberikan sesuatu sesuai dengan porsinya, yang mana didalamnya terdapat al-Qur’an & as-Sunnah sebagai pedoman hidup yang menuntun manusia kejalan kebenaran. Karena didalam al-Qur’an & as-Sunnah terdapat bimbingan, peraturan-peraturan dalam kehidupan manusia baik dari segi adab, akhlak, ibadah dan juga muamalah seseorang secara pribadi maupun bermasyarakat, yang dengannya menunjukan bahwa islam adalah agama yang lengkap dan juga sempurna, yang mengatur segala aspek kehidupan manusia.
Dengan fakta di atas Baca lebih lanjut

5 April 2010 Posted by | النساء | Tinggalkan komentar