Ibnu Mubarak Allaitsi

Berilmu Shahih Untuk Beramal Shalih

Madrasah Karakter


KALIMAT-KALIMAT INDAH DARI KAJIAN USTADZ DR. SYAFIQ BASALAMAH

Bedah buku Madrasah Karakter karya Dr. Syafiq hafizhahullah:

🕌Madrasah karakter adalah pendidikan karakter(akhlak) diri kita, keluarga, anak tanpa  batas ruang dan waktu.

🕌Karakter (akhlak) ada yang bawaan sejak lahir yang baik maupun yang buruk. Akan tetapi akhlak buruk bisa dirubah dan dilatih.

🕌Kenapa kita harus memperhatikan karakter(akhlak) ? :
1. Salah satu tujuan diutusnya Rasul adalah untuk menyempurnakan akhlak.
2. Kualitas keimanan seseorang dilihat dari akhlaknya.
3. Amalan yang paling berat dalam timbangan adalah akhlak yang mulia.
4. Orang yang paling dekat duduknya dengan Rasulullah kelak adalah orang orang yang berakhlak baik.
5. Akhlak mulia membuat seseorang bisa masuk surga.
6. Tidak ada kebaikan pada orang yang suka menyakiti tetangganya dengan lisannya walaupun rajin ibadahnya.
7. Orang yang yang memiliki akhlak mulia bisa menyamai derajat orang yang shalat malam.
8. Akhlak mulia bisa mencukupi untuk semua manusia.
9. Akhlak mulia adalah amalan yang paling dicintai Allah.
10.Suatu negri akan tegak dengan akhlak mulia.
11.Allah akan memberikan rumah di surga bagi yang memiliki akhlak mulia.
12.Kriteria memilih pasangan hidup adalah yang baik akhlaknya.

🕌Cara mengenali karakter diri kita dengan 4 pertanyaan:
1. Siapa yang menciptakan kita?
2. Dari apa kita diciptakan?
3. Kenapa dan untuk apa kita diciptakan?
4. Sampai kapan dan kemana akan kembali?

🕌4 Esensi kebajikan:
1. Menjaga diri
2. Keberanian
3. Kebijaksanaan
4. Keadilan

🕌Bagaimana cara mengetahui suatu perbuatan itu merupakan akhlak mulia:
1. Alquranul karim dan sunnah rasulullah.
2. Akal dan hati nurani manusia.
3. Tradisi yang tidak bertentangan dengan al quran dan sunnah.

🕌Bagaimana mengasah hati nurani?
Ada 3 kaidah penting dalam mengasah hati nurani:
1. Jalan menuju surga dipenuhi hal hal  yang tidah disukai jiwa sedangkan jalan menuju neraka dipenuhi hal hal yang disukai nafsu kita.
2. Perlakukan manusia  sebagaimana dia ingin diperlakukan.
3. Yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas dan di antara keduanya adalah hal syubhat(samar), maka tinggalkannlah yang samar.

🕌Cara meraih akhlak mulia
1. Berdoa kepada Allah agar dikaruniai akhlak mulia.
2. Berilmu tentang mana akhlak yang baik dan mana yang buruk.
3. Berusaha dan berlatih  untuk merubah akhlak buruknya.
4. Memilih lingkungan yang baik.
5. Profesi mempengaruhi akhlak seseorang. Misalnya profesi yang baik untuk melatih akhlak yang mulia adalah menggembala kambing. Nabi kita Muhammad shallallahu ’alaihi wasallam juga penggembala kambing.

Faedah menggembala kambing:
🐐Melatih seseorang untuk mengatur dan memimpin dengan kesabaran.
6. Berusaha mencari teman yang baik bagi kita,  keluarga kita dan
anak anak kita.
7. Selalu mencari cari kekurangan diri sendiri.

Cara mencari kekurangan diri:

1. Mencari teman duduk orang alim dan shalih agar selalu mendapat nasehat.
2. Mencari teman yang mau mengingatkan keburukan kita.
3. Mengambil manfaat dari ucapan musuh kita tentang keburukan kita.
4. Berkumpul dengan orang orang baik yang tidak menyukai akhlak yang buruk.
5. Peran para penguasa dalam memperbaiki akhlak.

🕌Cara memperbaiki karakter seseorang.
1. Lakukan secara bertahap.
2. Beragam bukan seragam.
3. Memilih momen yang tepat.
4. Memberikan tempat yang sesuai bagi mereka.
5. Mengarahkan dan mengalihkan.
6. Memalingkan keinginan terhadap sesuatu yang rendah(dunia) pada keinginan yang tinggi(akhirat).
7. Membentuk kompetisi dan menyingkirkan akhlak buruknya.
8. Menumbuhkan pada nya motivasi diri.

Cara menumbuhkan motivasi pada diri seseorang:
1. Menumbuhkan keimanan kepada Allah dan hari akhir.
2. Mendorong untuk belajar hukum dari quran dan sunnah tentang halal dan haram.
3. Mengajaknya berdialog.
4. Mengabarkan padanya tentang pahala dan juga ancaman.
5. Menceritakan kisah kisah tentang baiknya akhlak terpuji dan buruknya akhlak tercela.

Iklan

2 Maret 2016 Posted by | Faedah | Tinggalkan komentar

Pelajaran Berharga Untukku Dari Wanita Pembawa Botol Air Minum


Suatu hari ketika duduk di sebuah masjid, melintaslah di hadapanku seorang wanita yang ditangannya penuh dengan beberapa botol air minum.
Sosok wanita itu telah menarik perhatianku, mataku tertuju padanya, kulihat diapun sedang mengambil beberapa botol air minum lagi dari beberapa orang tua yang sedang duduk di masjid.

Dalam hatiku terbesit, yang dia bawa sudah banyak, tapi dia masih mau menerimanya. Selang beberapa lama wanita itu melintas lagi di hadapanku, kali ini aku melihat botol yang dibawanya sudah penuh semua dengan air, kulihat dia membagi-bagikan botol itu, ternyata dibagikan kepada pemiliknya. Botol yang dia bawa bukan hanya miliknya, namun milik sebagian saudarinya sesama muslimah. Lalu aku memperhatikan, ternyata jarak antara tempat duduknya ke tempat air itu lumayan jauh, Entah mengapa mata ini tidak lepas memperhatikan sosok wanita itu.

Setelah wanita itu sampai di tempat duduknya, aku mendapatkan kembali pelajaran berharga darinya, ternyata hanya satu botol miliknya, kemudian sambil mengangkat botol miliknya itu dan membawa beberapa gelas plastik wanita itupun berkata kepada saudari-saudarinya sesama muslimah: “Siapa yang haus? Siapa yang haus?”
Sepintas terlihat olehku bahwa yang dilakukan wanita itu suatu perbuatan yang sepele, tapi sungguh ini merupakan kebaikan yang luar biasa. Karena memberi minum merupakan sedekah yang paling utama.

Terdapat dalam hadits mengenai hal itu

عَنْ سَعْدِ بْنِ عُبَادَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ, إِنَّ أُمِّي مَاتَتْ, أَفَأَتَصَدَّقُ عَنْهَا؟ قَالَ: نَعَمْ. قَالَ: فَأَيُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ؟ قَالَ: الْمَاءُ. فَحَفَرَ بِئْرًا, وَقَالَ: هَذا لِأُمِّ سَعْدٍ

Dari Sa’ad bin Ubadah radhiallahu ‘anhu berkata: Aku berkata: “Wahai Rasulullah, ibuku telah wafat, bolehkah aku bersedekah dengan meniatkan pahala untuknya?” Beliau bersabda: “Ya.” Ia (Sa’ad) bertanya: “Sedekah apa yang paling utama?” Beliau menjawab, “Air.” Lalu ia menggali sumur dan mengatakan, “Ini untuk ibunya Sa’ad.” (Hadis hasan dengan beberapa penguatnya, diriwayatkan Abu Daud (1681), Ibnu Majah (3684), Ibnu Hibban (3337), Ibnu Khuzaimah (2497) dan An-Nasai (VI/254).

Ditambah dengan hadits lain, hadis ini tentu tidak asing lagi bagi kita, yaitu tentang kisah seseorang yang memberi minum seekor anjing, yang denganya Allah berterima kasih dan mengampuni dosanya, inipun menunjukkan akan keutamaan orang yang memberi minum.

Dari Abu Hurairah radhiyllahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« بَيْنَمَا رَجُلٌ يَمْشِى بِطَرِيقٍ اشْتَدَّ عَلَيْهِ الْعَطَشُ فَوَجَدَ بِئْرًا فَنَزَلَ فِيهَا فَشَرِبَ ثُمَّ خَرَجَ فَإِذَا كَلْبٌ يَلْهَثُ يَأْكُلُ الثَّرَى مِنَ الْعَطَشِ فَقَالَ الرَّجُلُ لَقَدْ بَلَغَ هَذَا الْكَلْبَ مِنَ الْعَطَشِ مِثْلُ الَّذِى كَانَ بَلَغَ مِنِّى. فَنَزَلَ الْبِئْرَ فَمَلأَ خُفَّهُ مَاءً ثُمَّ أَمْسَكَهُ بِفِيهِ حَتَّى رَقِىَ فَسَقَى الْكَلْبَ فَشَكَرَ اللَّهُ لَهُ فَغَفَرَ لَهُ ». قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَإِنَّ لَنَا فِى هَذِهِ الْبَهَائِمِ لأَجْرًا فَقَالَ «فِى كُلِّ كَبِدٍ رَطْبَةٍ أَجْرٌ »

“Ketika seorang laki-laki sedang berjalan, dia merasakan kehausan yang sangat, lalu dia turun ke sumur dan minum. Ketika dia keluar, ternyata ada seekor anjing sedang menjulurkan lidahnya menjilati tanah basah karena kehausan. Dia berkata, ‘Anjing ini kehausan seperti diriku.’ Maka dia mengisi sepatunya dan memegangnya dengan mulutnya, kemudian dia naik dan memberi minum anjing itu. Allah berterima kasih kepadanya dan mengampuninya.” Para sahabat bertanya, “ Wahai Rasulullah, apakah kita bisa meraih pahala dari binatang?” Beliau menjawab, “Kebaikan yang diberikan kepada tiap makhluk hidup ada pahalanya. (HR. Al-Bukhari (2363) dan Muslim (2244).

Sungguh apa yang dilakukan wanita Pembawa botol minum itu -Barakallah fiiha- menjadi pelajaran berharga bagiku, karena tidak pernah terpikir olehku melakukan hal itu, yang ternyata dapat mendatangkan pahala yang besar di sisi Allah Tabaraka wa Ta’ala.

Sebagai pengingat diri ini: Janganlah kita meremehkan sekecil apapun kebaikan itu. Karena kita tidak tau kebaikan mana dari kita yang Allah terima. Dan semangatlah berbuat kebaikan, di mana kita  berada dan kapan saja.

By: Ari Mardiah Joban
Muroja’ah: Ust. Fuad Hamzah Baraba’, Lc

Sumber: http://almardiah.blogspot.com/2015/02/pelajaran-berharga-untukku-dari-wanita.html?m=1

3 Februari 2015 Posted by | Faedah, Nasehat, Tazkiyatun Nufus, النساء | Tinggalkan komentar

Doa Berlindung Dari Shalat Yang Tidak Memberikan Manfaat


Doa Berlindung Dari Shalat Чαπg Tidak Memberikan Manfaat

(اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ صَلَاةٍ لَا تَنْفَعُ) ([1]).

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari shalat Чαπƍ tidak memberikan manfaat”. [1]

الشرح:

Syarah / Penjelasan hadits:

الصلاة أعظم صلة بين العبد وربه عز وجل, وهي أفضل الأعمال، وأحبها إلى اللَّه عز وجل, كما جاء في الأدلة الوفيرة في عظم منزلتها,

Shalat adalah sebesar-besarnya hubungan seorang hamba dengan Rabbnya ‘Azza wa Jalla, amalan Чαπƍ paling utama dan sangat dicintai Allah ‘Azza wa Jalla, sebagaimana telah datang dalil-dalil sangat banyak Чαπƍ menjelaskan akan agunganya kedudukan shalat

فهي من أعظم الأعمال الرافعة في الدرجات الآخرة, فلا عمل بعد توحيد اللَّه تبارك وتعالى أفضل منها،

Shalat merupakan amalan paling agung Чαπƍ tinggi derajatnya di akherat, dan tidak ada amalan setelah mentauhidkan Allah Tabaraka wa Ta’ala Чαπƍ lebih utama darinya

وذلك لاشتمالها على التوحيد، والتعظيم والثناء على اللَّه عز وجل بكلِّ أنواعه، واشتغال كل الأعضاء، والحركات في البدن للَّه تبارك وتعالى, وثمراتها, وفوائدها لا تعدّ، ولا تحصى,

Чαπƍ demikian itu karena mencakup masalah tauhid, pengagungan dan pujian kepada Allah ‘Azza wa Jalla dengan berbagai macam jenisnya, serta kesibukan anggota badan dan gerakan tubuh Чαπƍ tertuju kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala. Buah dan manfaat shalat tidak terhitung jumlahnya

فمن منافعها, أنها تنهى عن الفحشاء والمنكر, قال اللَّه تعالى: “إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَر”([2]).

Di antara manfaat shalat adalah dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar, Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَر

“Sesungguhnya shalat itu dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar”. [2]

لذا استعاذ منها نبي الرحمة, التي جعلت الصلاة قرة عينه من عدم منافعها, وذلك يكون لعدم الإتيان بها على الوجه الصحيح من الإخلاص، وصحة الأركان, والواجبات, والشروط([3]).

Oleh karena itu Nabi penebar kasih sayang berlindung dari shalat Чαπƍ tidak memberikan manfaat, di mana shalat dijadikan sebagai penyejuk hatinya dari tidak adanya manfaat, demikian itu dikarenakan dia tidak melaksanakannya secara benar dan ikhlas, dan rukun, kewajiban atau syaratnya dan tidak benar. [3]

فتضمّنت هذه الاستعاذة الطيبة, التوفيق إلى القيام بها على الوجه الأكمل والأتمّ, فإذا أقامها العبد كما ينبغي, اقتطف من ثمار، ومنافع الخيرات في الدنيا والآخرة.

Perlindungan Чαπƍ baik ini mencakup pertolongan (Allah Ta’ala) untuk melaksanakan shalat secara sempurna, apabila seorang hamba mendirikan shalat sesuai dengan Чαπƍ diharapkan akan memetik buah dan manfaat kebaikan baik di dunia maupun di akhirat kelak.
—————

([1]) أبو داود، كتاب الوتر، باب في الاستعاذة، برقم 1549، وابن حبان، 3/ 293، والضياء في المختارة، 6/ 156، والدعوات الكبير للبيهقي، 1/ 469، وصححه الألباني في صحيح سنن أبي داود، برقم 1370.

[1]. (HR. Abu Daud kitab al-Witr, bab berlindung no: 1549, Ibnu Majah 3/293, adh-Dhiya dalam al-Mukhtaroh 6/156, ad-Da’waat al-Kabir 1/469, dan dishahihkan syekh al-Albani dalam shahih sunan Abu Daud no:1370).

([2])  سورة العنكبوت, الآية : 45 .

[2]. (QS. Al-Ankabut:45).

([3])  اللآلئ الدرية في شرح الأدعية النبوية، 70 .

[3]. (Al-Laali ad-Durriyyah Fii Syarhi al-Ad’iyyah an-Nabawiyyah:70).

By: @fuadhbaraba

Sumber: http://www.kalemtayeb.com/index.php/kalem/safahat/item/3188

2 Februari 2015 Posted by | Doa, Faedah | Tinggalkan komentar

Renungan Pagi Pasca Maulid


      Sungguh miris melihat kejahilan Чαπƍ merajalela δ¡ masyarakat kita, taqlid buta Чαπƍ menjajah jiwa Чαπƍ hampa dari ilmu agama Чαπƍ jelas sumbernya, apa gerangan Чαπƍ menjadi penyebabnya?!

      Ya, jauh dari al-Quran dan hadits Nabi صلى الله عليه و سلم Чαπƍ shahih atau alergi dengan keduanya, atau fanatik dengan kiyai dan guru spiritualnya, serta mengikuti adat dan budaya peninggalan nenek moyangnya sebagai dalil utama.

       Hanya karena ingin mencari berkah Чαπƍ tidak barokah, merayakan maulid Чαπƍ sebetulnya adalah bid’ah, banyak jiwa melayang sia-sia begitu saja, Чαπƍ terlukapun tidak terhitung jumlahnya.

الله المستعان

      Hanya kepada Allah Ta’ala kita mengadukan segalanya…

      Cinta Nabi صلى الله عليه و سلم adalah kewajiban manusia (muslim), tapi bukan dengan mengada-adakan perkara agama, para sahabat mulia juga cinta Nabi صلى الله عليه و سلم mereka, namun mereka tidak mengada-ada dalam ibadah mereka.

       Ketahuilah perayaan maulid Nabi صلى الله عليه و سلم adalah ulah Syia’h durhaka, Чαπƍ belum ada pada masa generasi mulia, namun ada setelah mereka tiada.

     Wahai saudarakau seagama, jauhilah itu semua!!! Agar kita selamat ketika δ¡ dunia, δ¡ akheratpun bisa masuk surga.

آمين  يَا رَبَّ العَـــالَمِيْنَ

3 Januari 2015 Posted by | Aqidah, Faedah, Manhaj, Nasehat | Tinggalkan komentar

Hukum Membunuh Serangga Чαπg Ada δ¡ Dalam Rumah Seperti Semut, Kecoa, Dan Чαπg Sejenisnya


حكم قتل الحشرات التي توجد في البيت مثل النمل والصراصير وما أشبه ذلك

 

Hukum Membunuh Serangga Чαπƍ Ada δ¡ Dalam Rumah Seperti Semut, Kecoa, Dan Чαπƍ Sejenisnya

 

الحشرات التي توجد في البيت مثل النمل والصراصير وما أشبه ذلك هل يجوز قتلها بالماء أو بالحرق، وإن لم يجز فماذا نفعل؟

 

Serangga Чαπƍ ada δ¡ dalam rumah, seperti semut, kecoa dan Чαπƍ sejenisnya, apakah boleh dibunuh, dengan air, atau dibakar? Jika tidak boleh, apa Чαπƍ harus kami lakukan?

 

هذه الحشرات إذا حصل منها الأذى تقتل لكن بغير النار من أنواع المبيدات،

 

Serangga ini apabila menggangu (dengan mengigit) boleh dibunuh, akan tetapi bukan dengan api, dari jenis-jenis pembunuh serangga.

 

لقول النبي صلى الله عليه وسلم: ((خمس من الدواب كلهن فواسق يقتلن في الحل والحرم الغراب والحدأة والفأرة والعقرب والكلب العقور))

 

Berdasarkan sabda Nabi صلى الله عليه و سلم:

 

خمس من الدواب كلهن فواسق يقتلن في الحل والحرم الغراب والحدأة والفأرة والعقرب والكلب العقور

 

“Adalah lima hewan yang semuanya merusak, boleh dibunuh baik di luar tanah suci maupun di tanah suci yaitu: burung gagak, rajawali, tikus, kalajengking dan anjing buas (gila)”.

 

وجاء في الحديث الآخر الصحيح ذكر الحية.

 

Dan ada hadits lain Чαπƍ shahih, menyebutkan ular

 

وهذا الحديث الصحيح عن النبي صلى الله عليه وسلم يدل على شرعية قتل هذه الأشياء المذكورة وما في معناها من المؤذيات كالنمل والصراصير والبعوض والذباب والسباع دفعا لأذاها،

 

Hadits shahih dari Nabi صلى الله عليه و سلم ini menunjukan akan disyari’atkannya membunuh binatang-binatang Чαπƍ disebutkan, atau binatang sejenisnya Чαπƍ menggangu seperti semut, kecoa, nyamuk, lalat, dan binatang buas, untuk menghindari gangguannya

 

أما إذا كان النمل لا يؤذي فإنه لا يقتل؛ لأن النبي صلى الله عليه وسلم نهى عن قتل النملة والنحلة والهدهد والصرد، وذلك إذا لم يؤذ شيء منها.

 

Adapun jika semut itu tidak menggangu (mengigit) maka tidak boleh dibunuh, karena Nabi صلى الله عليه و سلم melarang membunuh semut, lebah, burung hud-hud, dan shurod (sejenis burung pelatuk atau murai) itu semua jika mereka tidak mengganggu.

 

أما إذا حصل منه أذى فإنه يلحق بالخمس المذكورة في الحديث. والله ولي التوفيق.

 

Namun jika mengganggu, maka dimasukan ke dalam kategori lima binatang Чαπƍ disebutkan dalam hadits.

والله ولي التوفيق

 

مجموع فتاوى ومقالات متنوعة الجزء السابع

 

Majmu’ Fatawa Wa Maqolaat Mutanawwi’ah Juz:7

 

Sumber: http://www.binbaz.org.sa/mat/175

16 Mei 2014 Posted by | Faedah, Fiqh | Tinggalkan komentar


surga-neraka

🍫Dimana ayah Nabi صلى الله عليه و سلم ?

 

Ikhwan fillah karena banyaknya pertanyaan Чαπƍ menanyakan tentang keberadaan ayah Nabi صلى الله عليه و سلم apakah masuk surga atau neraka?

 

Berikut fatwa syekh utsaimin tentang dimana ayah Nabi صلى الله عليه و سلم :

 

أولاً ليس عليك إثم في هذا السؤال، لكن هذا السؤال ليس من الأسئلة التي يستحسن أن يسأل عنها لأنه لا فائدة منها إطلاقاً

 

Pertama, anda tdk berdosa dg pertanyaan ini, akan tetapi pertanyaan ini bukan termasuk pertanyaan Чαπƍ baik untuk ditanyakan, karena pertanyaan ini tidak ada manfaatnya sedikitpun

 

ولكن بعد السؤال عنها لابد من الجواب

 

Akan tetapi setelah ditanyakan maka harus dijawab

 

فيقال إن أبا النبي صلى الله عليه وسلم مات على الكفر وهو في النار

 

Maka dikatakan bahwasanya ayah Nabi صلى الله عليه و سلم mati dalam keadaan kafir, dan berada ​δ¡ neraka

 

كما ثبت في الصحيح أن رجلاً جاء إلى النبي عليه الصلاة والسلام فقال يا رسول الله أين أبي؟ قال أبوك في النار، فلما انصرف دعاه النبي عليه الصلاة والسلام فقال له فقال له أبي وأبوك في النار

 

Sebagaimana terdapat dalam kitab shahih, bahwasanya seorang laki² datang kepada Nabi صلى الله عليه و سلم kemudian dia bertanya:

Ya Rasulullah ​δ¡ м̤̈αηα ayahku? Nabi menjawab: ayahmu ​δ¡ neraka, tatkala orang itu berpaling Nabi صلى الله عليه و سلم memanggilnya dan berkata padanya: ayahku dan ayahmu ​δ¡ neraka

 

وهذا نص في الحديث عن النبي صلى الله عليه وسلم، وعلى هذا فيكون أبو النبي صلى الله عليه وسلم كغيره من الكفار فيكون في النار.

 

Dan ini merupakan nash dalam hadits dari Nabi صلى الله عليه و سلم. Sehingga ayah Nabi صلى الله عليه و سلم sebagaimana orang² kafir lainya yaitu ​δ¡ neraka.

 

والأخ السائل يقول إن بعض الناس يقولون ليس في النار لأنه أبو نبي، وهذا لا يمنع إذا كان أبا نبي أن يكون في النار فهذا آزر أبو إبراهيم كان كافراً وكان في النار، ولهذا لما قال الله تعالى، لما استغفر إبراهيم لأبيه قال الله تعالى (وما كان استغفار إبراهيم لأبيه إلا عن موعدة وعدها إياه فلما تبين له أنه عدو لله تبرأ منه إن إبراهيم لأواه حليم).

 

Dan saudara penanya mengatakan, sesungguhnya sebagian orang mengatakan, (dia) bukan δi neraka karena dia adalah ayah Nabi, dan hal ini tidak menghalangi apabila ayah Nabi berada δi neraka. Ini (sebagai contoh) Azar ayah Nabi Ibrahim kafir, dan dia berada δi neraka. Oleh karena ini tatkala Allah Ta’ala berfirman ketika Nabi Ibrahim

Memohonkan ampun untuk ayahnya, Allah Ta’ala berfirman:

 

(وما كان استغفار إبراهيم لأبيه إلا عن موعدة وعدها إياه فلما تبين له أنه عدو لله تبرأ منه إن إبراهيم لأواه حليم)

 

“Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya, tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri daripadanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun”. (QS. At-Taubah:114).

 

Sumber: http://www.ibnothaimeen.com/all/noor/article_669.shtml

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

24 Maret 2014 Posted by | Aqidah, Faedah | Tinggalkan komentar

Apakah Masih Lalai Tuk Bertaubat??!


Apakah Masih Lalai Tuk Bertaubat, Padahal Allah Ta’ala akan menerima taubat para hamba-Nya sampai datangnya Hari Kiamat.

Nabi صلى الله عليه و سلم menjelaskan dalam hadits riwayat Muslim,

(قال صلى الله عليه و سلم: إن اللهَ عزّ وجل يبسطُ يده بالليل ليتوب مسيءُ النهار ويبسطُ يده بالنهار ليتوب مسيءُ الليلِ حتى تطلع الشمس من مغربِها صحيح مسلم: (٢٧٥٩

Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda: “Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla membentangkan tangan-Nya δi waktu malam untuk menerima

taubat orang Чαπƍ bebruat dosa δi waktu siang, dan membentangkan tangan-Nya δi waktu siang untuk menerima taubat orang Чαπƍ

berbuat dosa δi waktu malam, sampai matahari terbit dari sebelah barat (hari kiamat). (HR. Muslim:2759).

Semoga bermanfaat…

6 Februari 2014 Posted by | Faedah, Hadits | , | 1 Komentar

Sebab-Sebab Kerasnya Hati Dan Bagaimana Cara Terbebas Darinya


 

::: أسباب قسوة القلب وكيفية التخلص منها :::

::: Sebab-Sebab Kerasnya Hati Dan Bagaimana Cara Terbebas Darinya :::

كيف يتخلص الإنسان من قسوة القلب وما هي أسبابه؟

Bagaimana sesorang dapat terbebas dari kerasnya hati, dan apa penyebab (keras)nya (hati)?

أسباب قسوة القلب الذنوب والمعاصي، وكثرة الغفلة، وصحبة الغافلين والفساق،

Sebab kerasnya hati adalah perbuatan dosa dan maksiat, banyak lalai, berteman dengan orang yang lalai dan fasik.

كل هذه الخلال من أسباب قسوة القلوب،

Hal-hal ini merupakan penyebab kerasnya hati.

ومن لين القلوب وصفائها وطمأنينتها طاعة الله جل وعلا، وصحبة الأخيار، وحفظ الوقت بالذكر وقراءة القرآن والاستغفار،

Dan sebab lembutnya hati, bening dan tenangannya adalah dengan taat kepada Allah ‘Azza Wa Jalla, berteman dengan orang-orang baik (shalih), menjaga waktu dengan berdzikir, membaca al-Quran dan beristighfar,

ومن حفظ وقته بذكر الله وقراءة القرآن، وصحبة الأخيار، والبعد عن صحبة الغافلين والأشرار، يطيب قلبه ويلين،

Barangsiapa Чαπƍ menjaga waktunya dengan berdzikir kepada Allah, membaca al-Quran, berteman dengan orang-orang baik (shalih) dan menjauhi teman-teman yang lalai dan jahat, maka hatinya akan baik dan lembut.

قال تعالى: أَلا بِذِكْرِ اللهِ تَطْمَئِن الْقُلُوبُ.

Allah Ta’ala berfirman:

“Ketahuilah hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

سماحة الشيخ / عبد العزيز بن باز – رحمه الله تعالى –

Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baaz -rahimahullah-

Sumber: http://www.binbaz.org.sa/mat/1760

copas dari: http://almardiah.blogspot.com/2013/11/sebab-sebab-kerasnya-hati-dan-bagaimana.html?m=1

29 November 2013 Posted by | Faedah | Tinggalkan komentar

Makan Dan Minumlah, Dan Janganlah Berlebih-Lebihan


Saudara-saudaraku, kita sekarang berada pada hari-hari tasyrik, hari-hari yang kita dilarang berpuasa, dan dianjurkan untuk makan dan minum serta banyak berzikir dan mengingat Allah Ta’ala.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan bahwa Idul Adha dan hari tasyriq adalah hari kaum muslimin untuk menikmati makanan. Nabi  shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ

“Hari-hari tasyriq adalah hari menikmati makanan dan minuman.” (HR. Muslim)

Beliau juga bersabda:

وَأَيَّامُ مِنًى أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ

“Hari Mina (hari tasyriq) adalah hari menikmati makanan dan minuman.” (HR. Muslim:

Yang dimaksud hari Mina adalah ayyam ma’dudaat, Allah Ta’ala berfirman:

وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ

“Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang terbilang.” (QS. Al-Baqarah:203).

Dan hari-hari makan dan minum bukan berarti kita makan dan minum tanpa batas, atau berlebih-lebihan, karena sifat berlebih-lebihan itu tidakah baik dan Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.

Namun ikutilah rambu-rambu al-Quran tentang makan dan minum, Allah Ta’ala berfirman:

وكُلُواْ وَاشْرَبُواْ وَلاَ تُسْرِفُواْ إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

“Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”. (QS. Al-A`raaf:31).

Selamat makan dan minum yaaaah!!!

(Fuad Hamzah Baraba’ ☺τώ Tol Cipularang) 11 Dzuihijjah 1434 H. 16 Oktober 2013 M.

www.ibnumubarakallaitsi.wordpress.com

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss…!

16 Oktober 2013 Posted by | Faedah | Tinggalkan komentar

Semangatlah Dan Jangan Lalai


Hampir semua kita tahu akan keutamaan Sepuluh Awal Dzulhijjah, baik dengan membaca kitab para ulama, atau mendengar kajian asatidzah, akan keutamaan hari-hari yang kita sekarang berada padanya.

Alhamdulillah banyak kaum muslimin yang mempergunakan kesempatan yang Allah berikan kepada kita, dengan mengisi hari-hari ini dengan berbagai macam ibadah, dan memaksimalkan amal shaleh sekuat tenaga. Hal itu mudah bagi orang yang dimudahkan oleh Allah Ta’ala.

Melaksanakan shalat wajib yang lima waktu pada waktu-waktunya secara berjama’ah (bagi laki-laki), mengoptimalkan shalat rawatib, dan shalat² sunnah lainnya, membaca Al-Quran dengan taddabur ma’nanya dan berusaha mengkhatamkannya pada sepuluh awal djulhijjah, dan ini sangatlah mudah dengan pertolongan Allah Ta’ala.

Tidak menyia-nyiakan untuk duduk berdzikir setelah shalat subuh berjama’ah, membaca Al-Quran menunggu waktu syuruq tiba dan shalat dua roka’at pada hari-hari ini.

Bersilaturrahmi kepada keluarga, sedekah, membantu kesulitan orang lain dan orang yang membutuhkan, senyum kepada saudara sesama muslim dengan wajah ceria, bertahlil, bertakbir, bertahmid, dan berbagai macam amal baik serta ibadah dan keta’atan kepada Allah ‘Azza wa Jalla.

Marilah wahai saudara dan saudariku, jangan sampai kita lalai di hari-hari  yang amal shaleh lebih dicintai Allah dari pada hari-hari lainnya.

Mudah-mudahan Allah Ta’ala memberi kita kemudahan untuk melakukan semua itu.

آمين يَا رَبَّ العَـــالَمِيْنَ

Al-Faqiir ilaa ‘afi Rabbihi Ta’ala: Fuad Hamzah Baraba’

8 Oktober 2013

12 Oktober 2013 Posted by | Faedah | Tinggalkan komentar