Ibnu Mubarak Allaitsi

Berilmu Shahih Untuk Beramal Shalih

Apakah Masih Lalai Tuk Bertaubat??!


Apakah Masih Lalai Tuk Bertaubat, Padahal Allah Ta’ala akan menerima taubat para hamba-Nya sampai datangnya Hari Kiamat.

Nabi صلى الله عليه و سلم menjelaskan dalam hadits riwayat Muslim,

(قال صلى الله عليه و سلم: إن اللهَ عزّ وجل يبسطُ يده بالليل ليتوب مسيءُ النهار ويبسطُ يده بالنهار ليتوب مسيءُ الليلِ حتى تطلع الشمس من مغربِها صحيح مسلم: (٢٧٥٩

Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda: “Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla membentangkan tangan-Nya δi waktu malam untuk menerima

taubat orang Чαπƍ bebruat dosa δi waktu siang, dan membentangkan tangan-Nya δi waktu siang untuk menerima taubat orang Чαπƍ

berbuat dosa δi waktu malam, sampai matahari terbit dari sebelah barat (hari kiamat). (HR. Muslim:2759).

Semoga bermanfaat…

Iklan

6 Februari 2014 Posted by | Faedah, Hadits | , | 1 Komentar

JURUS JITU PELEMBUT HATI


   عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ؛ أَنَّ رَجُلاً شَكَا إِلَى رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَسْوَةَ قَلْبِهِ ، فَقَالَ لَهُ : إِنْ أَرَدْتَ أَنْ يَلِينَ قَلْبُكَ فَأَطْعِمِ الْمِسْكِينَ ، وَامْسَحْ رَأْسَ الْيَتِيمِ “. (السلسلة الصحيحة) 2/533
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu berkata: Seorang laki-laki mengadu kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam akan hatinya yang keras. Maka Rasulullah bersabda: Jika engkau ingin lembut hatinya beri makan orang-orang miskin dan usaplah kepala anak yatim (Silsilah ash-Shahihah 2/533)
Faidah hadits:
1.Yatim adalah anak kecil yang ditinggal mati oleh bapaknya sebelum usia baligh, jika sudah baligh bukan disebut yatim.
2. Hadits ini sebagai petunjuk nabi bagi siapa saja yang mendapati hatinya keras agar memberi makan orang miskin dan menyentuh kepala anak yatim agar hatinya menjadi lembut, karena dengan menyentuh kepala anak yatim kita bisa merasakan keterasingan anak kecil ini dan perasaan takut akan kehilangan orang yang mengasuhnya, sehingga kita berusaha membahagaikannya, memelihara dan membantunya. Dengan melihat keadaan anak kecil ini akan membuat hati kita yang keras menjadi lembut.
Demikian pula ketika kita memberi makan orang miskin, kita akan mensyukuri nikmat yang Allah berikan, dengan melihat keadaan orang yang kurang (keadaan ekonominya) daripada kita. Berbeda jika kita melihat orang yang lebih kaya, ini akan membuat kita mengingkari atau menghina nikmat yang telah Allah berikan.

Allah berfirman:
وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَى مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ وَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَأَبْقَى
“Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal”. (Thaha:20)
Rasulullah bersabda:
انْظُرُوا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَإِنَّهُ أَجْدَرُ أَنْ لَا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ
“Lihatlah kepada orang yang kurang daripada kamu dan jangan kamu melihat kepada orang yang di atas kamu! Karena yang demikian adalah lebih layak untuk kamu tidak menghinakan nikmat Allah kepadamu”. (HR. Ahmad)Wallahu Ta’ala A’lam

By: Ari Mardiah Joban
Muroja’ah: Ust.Fuad Hamzah Baraba’, Lc

28 Januari 2014 Posted by | Hadits, Nasehat, Tazkiyatun Nufus | 1 Komentar

SILSILAH HADITS SILSILAH (Hadits kelima belas)


Oleh: Ibnu Mubarak allaitsi

Hadits kelima belas:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ (( مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ )). رواه الترمذي وقَالَ حَدِيثٌ حَسَنٌ.

               Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang menempuh suatu jalan dalam rangka menuntut ilmu, niscaya Allah akan memudahkan baginya dengannya (ilmu tersebut)  jalan menuju surga .” (HR. at-Tirmidzi dan beliau mengatakan, hadits hasan).

            

Faedah hadits: 

 

  1. Ilmu syari’ah islamiyah keutamaannya besar sekali.
  2. Perjalanan menuntut ilmu itu disukai, dan pahalanya besar di sisi Allah Ta’ala.

( Disarikan dari kitab Silsilah Ta’lim al-Lughoh al-‘Arobiyyah mata kuliah hadits semester II ).

Dengan ini selesai sudah kitab Silsilah Ta’lim al-Lughoh al-‘Arobiyyah mata kuliah hadits semester II.

والحمد لله الذي بنعمته تتم الصالحات وصلى الله وسلم على محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

13 Maret 2012 Posted by | Hadits | 4 Komentar

SILSILAH HADITS SILSILAH (Hadits keempat belas)


Oleh: Ibnu Mubarak allaitsi

Hadits keempat belas:

 

 

     عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ قَالَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ كَانَتْ لَهُ عَدْلَ عَشْرِ رِقَابٍ, وَكُتِبَتْ لَهُ مِائَةُ حَسَنَةٍ, وَمُحِيَتْ عَنْهُ مِائَةُ سَيِّئَةٍ, وَكَانَتْ لَهُ حِرْزًا مِنْ الشَّيْطَانِ يَوْمَهُ ذَلِكَ حَتَّى يُمْسِيَ, وَلَمْ يَأْتِ أَحَدٌ بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ, إِلَّا أَحَدٌ عَمِلَ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ». رواه البخاري ومسلم.

    : Dari Abu Hurairah radhiallaahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, barangsiapa mengucapkan

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

dalam sehari seratus kali, maka itu sama dengan pahala sepuluh budak; ditulis seratus kebaikan untuknya, dan dihapus seratus dosanya. Juga menjadi pelindungnya dari setan pada hari itu sampai sore, dan tidak ada satupun yang lebih utama dari amalannya, kecuali orang yang beramal dengan amalan yang lebih banyak dari hal itu.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Faedah hadits: 

 

  1. Dzikrullah memiliki keutamaan yang besar disisi Allah Ta’ala.
  2. Dzikrullah dapat menjauhkan setan dari manusia.
  3. Barangsiapa yang membaca dzikir ini lebih banyak dari seratus kali, akan mendapatkan pahala yang disebutkan dalam hadits di atas, dan pahala tambahan.

( Disarikan dari kitab Silsilah Ta’lim al-Lughoh al-‘Arobiyyah mata kuliah hadits semester II ).

27 Februari 2012 Posted by | Hadits | 2 Komentar

SILSILAH HADITS SILSILAH (Hadits ketiga belas)


Oleh: Ibnu Mubarak allaitsi

Hadits ketiga belas:

 

     عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ تَعَالَى يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ ». رواه أبو داود.

     Dari Abu Hurairah radhiallaahu ‘anhu, dari Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam dan bersabda, Tidaklah berkumpul suatu kaum di salah satu masjid dari masjid-masjid Allah, untuk membaca alQur’an dan mereka saling mempelajarinya di antara mereka, melainkan akan diturunkan kepada mereka ketenangan, diliputi rahmat, dan dikelilingi malaikat, dan mereka akan disebut-sebut Allah dihadapan makhluk-makhluk yang ada di sisi-Nya (para malaikat).” (HR. Abu Daud).

Faedah hadits: 

 

  1. Bahwasanya keutamaan al-Qur’an dan membacanya, serta mempelajari dan mengajarkannya, sangat besar di sisi Allah subhanahu wa Ta’ala.
  2. Bahwa mempelajari Kitabullah  (al-Qur’an) dan apa yang terkandung di dalamnya baik berupa nasehat-nasehat, dan hukum-hukum merupakan sebaik-baik ilmu dan yang paling mulia.

( Disarikan dari kitab Silsilah Ta’lim al-Lughoh al-‘Arobiyyah mata kuliah hadits semester II ).

20 Januari 2012 Posted by | Hadits | Tinggalkan komentar

SILSILAH HADITS SILSILAH (Hadits kedua belas)


Oleh: Ibnu Mubarak allaitsi

Hadits kedua belas:

 

 

     عَنْ أنس بن مالك – رضي الله عنه – : قال: قَالَ رَسُولُ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – : (( انْصُرْ أخَاكَ ظَالماً أَوْ مَظْلُوماً )) فَقَالَ رجلٌ: يَا رَسُولَ اللهِ، أنْصُرُهُ إِذَا كَانَ مَظْلُوماً، أفرأَيْتَ إذا  كَانَ ظَالِماً كَيْفَ أنْصُرُهُ؟ قَالَ: (( تحْجُزُهُ – أَوْ تمْنَعُهُ – مِنَ الظُلْمِ فَإِنَّ ذلِكَ نَصْرُهُ )) رواه البخاري والترمذي وَهَذَا لَفْظُ الْبُخَارِيُّ.

     Dari Anas bin Malik radhiallaahu ‘anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, Tolonglah saudaramu yang berbuat zhalim atau yang dizhalimi

Seseorang bertanya, “Wahai Rasulullah, saya menolongnya apabila ia dizhalimi, lalu bagaimana saya menolongnya apabila ia berbuat zhalim?”.

Beliau shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, Engkau menghalangi atau mencegahnya dari berbuat zhalim, maka sesungguhnya hal itu merupakan pertolongan kepadanya”.  (HR. al-Bukhari dan at-Tirmidzi, dan ini lafadz hadits al-Bukhari).

Faedah hadits: 

 

  1. Keharaman perbuatan zhalim terhadap sesama manusia dengan berbagai macam bentuknya.
  2. Wajib bagi setiap muslim yang mampu, untuk menolong orang yang dizhalimi, dan mencegah orang yang berbuat kezhaliman.
  3. Islam adalah agama yang adil dan penuh kasih sayang.

( Disarikan dari kitab Silsilah Ta’lim al-Lughoh al-‘Arobiyyah mata kuliah hadits semester II ).

3 Januari 2012 Posted by | Hadits | 2 Komentar

SILSILAH HADITS SILSILAH (hadits kesebelas)


Oleh: Ibnu Mubarak allaitsi

Hadits kesebelas:

 

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللهُ عَنْهُما,أَنَّهُ ذَبَحَ شَاةً فَقَالَ: أَهْدَيْتُمْ لِجَارِي الْيَهُودِيِّ فَإِنِّى سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ: « مَا زَالَ جِبْرِيلُ يُوصِينِى بِالْجَارِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ ». رَوَاهُ أبو داود.

     Dari Abdullah bin ‘Amr radhiallahu ‘anhuma, bahwasanya dia menyembelih seekor kambing, maka dia bertanya, apakah kalian memberi tentangga kita yang Yahudi itu? Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan bersabda, Jibril selalu berwasiat kepadaku agar aku selalu berbuat baik kepada tetangga, sampai-sampai aku menyangka bahwa ia (Jibril ‘alaihis salam) akan memberikan hak waris (bagi mereka).(HR. Abu Daud).

Faedah hadits: 

 

  1. Penekanan hak tetangga, dan perhatian islam terhadapnya.
  2. Tetangga memiliki hak walaupun non muslim.
  3. Hadiah merupakan salah satu sebab kasih sayang dan rasa cinta sesama manusia.

( Disarikan dari kitab Silsilah Ta’lim al-Lughoh al-‘Arobiyyah mata kuliah hadits semester II ).

19 Desember 2011 Posted by | Hadits | Tinggalkan komentar

Apa Kata Imam Syafi’i tentang Meluruskan dan Merapatkan Shaf Shalat Berjama’ah?


Judul     : Apa Kata Imam Syafi’i tentang Meluruskan dan Merapatkan Shaf Shalat Berjama’ah?
Penulis   : Ibnu Saini bin Muhammad bin Musa
Muraja’ah : Abdul Hakim bin Amir Abdat
Penerbit  : Mu’awiyah bin Abi Sufyan
Cetakan   : Kedua – Juni 2011 M
Halaman   : 66

Apa yang dikatakan oleh Imam Syafi’i dalam hal meluruskan dan merapatkan shaf pada waktu shalat berjama’ah? Baca lebih lanjut

15 Desember 2011 Posted by | Faedah, Fiqh, Hadits | Tinggalkan komentar

SILSILAH HADITS SILSILAH (Hadits kesepuluh)


Oleh: Ibnu Mubarak allaitsi

Hadits kesepuluh:

 

     عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ : جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ الله صلى الله عليه وسلم، فَقَالَ: يَا رَسُولَ الله! مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ: «أُمُّكَ» قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: « ثُمَّ أُمُّكَ» قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: « ثُمَّ أُمُّكَ» قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ «ثُمَّ أَبُوكَ».

 رَوَاهُ الْبُخَارِىُّ وَمُسْلِمٌ.

     Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, siapakah orang yang lebih berhak aku berbakti kepadanya?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

 

Faedah hadits: 

 

  1. Orang yang lebih berhak mendapatkan bakti kita adalah ibu, kemudian ayah .
  2. Anjuran untuk berbuat baik kepada kerabat.
  3. Memberikan setiap orang sesuai dengan haknya, dan menghormatinya sesuai dengan kedudukannya.

( Disarikan dari kitab Silsilah Ta’lim al-Lughoh al-‘Arobiyyah mata kuliah hadits semester II ).

6 Desember 2011 Posted by | Hadits | 2 Komentar

SILSILAH HADITS SILSILAH (Hadits kesembilan)


Oleh: Ibnu Mubarak allaitsi

Hadits kesembilan:

 

     عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ: « لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِى قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ ». قَالَ رَجُلٌ: إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا, وَنَعْلُهُ حَسَنَةً. قَالَ: « إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ, الْكِبْرُ: بَطَرُ الْحَقِّ, وَغَمْطُ النَّاسِ ». رَوَاهُ وَمُسْلِمٌ.

     Dari Abdullah Bin Mas’ud radhiallahu ’anhu dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada sebesar dzarrah dari kesombongan.” Salah seorang shahabat bertanya: “Sesungguhnya seseorang senang jika bajunya bagus dan sandalnya bagus?” Maka beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah Dzat yang Maha Indah dan senang dengan keindahan, al-Kibru (sombong) adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia. (HR. Muslim).

Faedah hadits: 

  1. Islam menganjurkan tawadhu’.
  2. Islam memperingatkan untuk menjauhi kesombongan sekecil apapun.
  3. Islam menganjurkan untuk menjaga kebersihan badan dan pakaian.

( Disarikan dari kitab Silsilah Ta’lim al-Lughoh al-‘Arobiyyah mata kuliah hadits semester II ).

22 November 2011 Posted by | Hadits | 4 Komentar