Ibnu Mubarak Allaitsi

Berilmu Shahih Untuk Beramal Shalih


TUAN ADALAH RAJA

Berburu kijang di padang datar
Dapat rusa belang kaki
Tiada nikmat yang lebih besar
Seperti da’i penerus Nabi

Tumbuh serumpun akasia
Menjalar lebat disamping perigi
Raja-raja mati binasa
Para ulama kekal abadi

Pengembala menghalau itik serati
Berjalan menyisir pematang sawah
Para penguasa silih berganti
Akhirnya wafat dipendam tanah

Harum semerbak bunga melati
Di kamar pengantin kala berhelat
Ulama hidup tak pernah mati
Dikenang ummat sepanjang hayat

Dikala rinai menderes getah
Kaki tergelincir menoreh luka
Syukuri nikmat duhai asatidzah
Kemuliaan tuan di atas raja

Berlari kuda dibukit savana
Dengan kencana membawa ratu
Ulama raja tak bermahkota
Hidup di dalam istana kalbu

Lengkung pelangi indah menawan
Selepas hujan mendungpun pergi
Selamat berjuang tuan sekalian
Dawat mengering pantun kusudahi

—————-
24 Rabius Tsani 1439 H/ 11 Jan 2018

Abu Fairuz

View on Path

Iklan

11 Januari 2018 Posted by | Tak Berkategori | Tinggalkan komentar


Pantun Dauroh 4 Solo

Dari Yogya menuju Solo
Banyaklah arca dijual beli
Bila semangat mulai meloyo
Ikuti daurah Syeikh Ibrahim Ruhaili

Puncak Dieng elok berkawah
Bila didaki berpeluh badan
Tak mulus jalan juru pendakwah
Bila tak faham kondisi zaman

Anai-anai di pematang sawah
Bergoyang ditiup angin mamiri
Ibalah memang nasib pendakwah
Bila tak tau mengkur diri

Kayu jepara indah berpahat
Jadi hiasan di dalam rumah
Tugas da’i tunjuki ummat
Agar kembali ke jalan sunnah

Merah saga warna mentari
Puteri berjalan jangan di lirik
Malang nasib ummatku ini
Berlumur maksiat, bid’ah dan syirik

Pagar halaman gunakan dadap
Agar menahan masuknya unggas
Da’i bijak faham bersikap
Tidak sembrono lampaui batas

Menurun cik Mamat menuju lurah
Agar tak jatuh jangan tergesa
Ingin sukses dalam berdakwah
Hikmah dan bijak jangan dilupa

Layang-layang melayang terbang
Tarik tambangnya tak boleh molor
Daurah kita masih panjang
Semangat kawan tak boleh kendor

———-
Solo, 22 Rabius Tsani 1439/ 09 Jan 2018

Abu Fairuz

View on Path

9 Januari 2018 Posted by | Tak Berkategori | Tinggalkan komentar


Ar- Raudhoh || الروضة:
*Kewajiban Mencintai Nabi Melebihi Cinta Kepada Keluarga, Harta Dan Seluruh Manusia*

@fuadhbaraba

📖 Hadits kedelapan dari buku 100 hadits tentang *Aqidah*

Sesungguhnya mencintai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam termasuk bagian dari iman. Banyak dalil-dalil yang menunjukan hal itu.

Barangsiapa yang tidak mencintainya melebihi cintanya kepada semua makhluk, maka dia mendapat ancaman dari Allah Ta’ala baik di dunia atau di akherat nanti 

Dan orang yang tidak mencintainya melebihi cintanya kepada keluarga, harta dan seluruh manusia maka belumlah dia dikatakan sempurna keimanannya.

Perhatikan penjelasan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada riwayat berikut ini,

عَنْ أََنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لاَ يُؤْمِنُ عَبْدٌ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ أَهْلِهِ وَمَالِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ. مُسْلِمٌ

Dari Anas radhiallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ يُؤْمِنُ عَبْدٌ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ أَهْلِهِ وَمَالِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

*_”Tidak (sempurna) iman seorang hamba sehingga aku lebih dicintainya daripada keluarga, harta dan seluruh manusia”._* (HR. Muslim).‎

Hadits ini menjelaskan kepada kita, bahwa tidaklah dikatakan sempurna keimanan seorang hamba sehingga Nabi shaallah  ‘alaihi wa sallam lebih dia cintai daripada keluarga, harta dan seluruh manusia.

Semoga kita diberi kecintaan yang besar kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melebihi cintai kita kepada keluarga, harta dan seluruh manusia.

Aamiin…

Join Telegram Channel Ar-Raudhoh: https://t.me/fuadhbaraba79

View on Path

3 Januari 2018 Posted by | Tak Berkategori | Tinggalkan komentar


Ar- Raudhoh || الروضة:
*Batas Pemisah Antara Seseorang Dengan Kemusyrikan Kan kekafiran Adalah Meninggalkan Shalat*

@fuadhbaraba

📖 Hadits ketujuh dari buku 100 hadits tentang *Aqidah*

Banyak di antara kaum muslimin di zaman sekarang ini yang meremehkan shalat, bahkan tidak sedikit mereka yang berani meninggalkan shalat bahkan tidak mengerjakannya sama sekali.

Padahal meninggalkan shalat merupakan dosa besar, karena kita diperintahan untuk selalu menjaga shalat 5 waktu.

Bagi yang suka meninggalkan shalat, harap berhati-hati! Karena batas pemisah antara seseorang dengan kemusyrikan dan kekafiran adalah meninggalkan shalat.

Perhatikan penjelasan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada riwayat berikut ini,

عَنْ أََبِِي جَابِرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: إِنَّ بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ. مُسْلِمٌ

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ

*_”Sesungguhnya (batas pemisah) antara seseorang dengan kemusyrikan dan kekafiran adalah meninggalkan shalat”._* (HR. Muslim).‎

Hadits ini menjelaskan kepada kita, bahwa batas pemisah antara seseorang dengan kemusyrikan dan kekafiran adalah meninggalkan shalat.

Semoga kita diberi kekuatan agar bisa selalu menjaga shalat

Aamiin…

Join Telegram Channel Ar-Raudhoh: https://t.me/fuadhbaraba79

View on Path

26 Desember 2017 Posted by | Tak Berkategori | Tinggalkan komentar


View on Path

11 Desember 2017 Posted by | Tak Berkategori | Tinggalkan komentar


View on Path

8 Desember 2017 Posted by | Tak Berkategori | Tinggalkan komentar


View on Path

6 Desember 2017 Posted by | Tak Berkategori | Tinggalkan komentar


View on Path

4 Desember 2017 Posted by | Tak Berkategori | Tinggalkan komentar


View on Path

29 November 2017 Posted by | Tak Berkategori | Tinggalkan komentar


View on Path

28 November 2017 Posted by | Tak Berkategori | Tinggalkan komentar